Mabes Polri Minta Polemik Pernyataan Kapolri Tidak Dipolitisir

Mambes Polri mengingatkanb agar pidato Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian tidak dipolitisasi.

Mabes Polri Minta Polemik Pernyataan Kapolri Tidak Dipolitisir
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mambes Polri mengingatkanb agar pidato Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian tidak dipolitisasi.

Pada tahun politik, Polri mengajak semua pihak menciptakan keamanan dan kedamaian.

Baca: Hasil Survei: AHY Lebih Populer Ketimbang Gatot Nurmantyo

"Tentang pertanyaan pro dan kontra, saya kira tidak perlu lagi dibesar-besarkan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jumat (2/2/2018).

Menurut dia, Kapolri sudah bertabayun di kantor PBNU dengan belasan ormas islam.

"Sudah clear tidak ada masalah lagi. Tolong tidak di politisir ini semua," ujarnya.

Baca: UI Tegaskan Aksi Kartu Kuning Untuk Jokowi Murni Aspirasi Pribadi Ketua BEM

Untuk mencegah terjadi pro dan kontra di masyarakat terkait penyebaran video yang diduga menyinggung ormas islam itu, Kapolri beserta jajaran melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak termasuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Menurut dia, komunikasi itu dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti telepon, melalui pengiriman pesan singkat melalui aplikasi media sosial, Whatspp, dan lain-lain.

Baca: Ketua BEM UI Dikartu Merah Akibat Acungkan Kartu Kuning Bagi Jokowi

Intinya Polri sudah bersilaturahmi dengan semua komponen masyarakat karena Polri tidak bisa bekerja sendiri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat apalagi di tahun politik 2018.

"Jadi semua komponen masyarakat termasuk ormas-ormas islam, para ulama, tokoh agama, semua komponen bergandengan tangan untuk menguatkan keamanan sehingga NKRI tidak boleh sedikitpun goyang," kata dia.

Mengenai rencana pertemuan Tito dengan Rizieq Shihab, imam besar FPI, dia meminta semua pihak jangan beropini.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help