Polri Siap Bantu BPOM Berantas Peredaran Suplemen yang Mengandung Babi

Sebelumnya, BPOM mengeluarkan pernyataan bahwa dua obat itu sudah diduga terkontaminasi DNA babi sejak November 2017.

Polri Siap Bantu BPOM Berantas Peredaran Suplemen yang Mengandung Babi
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mendukung upaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap suplemen makanan mengandung DNA babi yang beredar di masyarakat.

Dua suplemen makanan itu adalah Viostin DS yang diproduksi PT. Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101.

"Prinsipnya polri mendukung. Bukan sekali ini saja balai pom menjadi mitra Polri dalam penegakan hukum," tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal, Jumat (2/2/2018).

Baca: BPOM Benarkan Dua Produk Suplemen Makanan Mengandung DNA Babi

Dia menjelaskan, penegakan hukum bukan hanya di Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, tetapi ada undang-undang yang mengatur relugasi-relugasi pada domain masing-masing kelembagaan, kementerian, instansi, dan stakeholder lainnya.

Selain itu, ada upaya paksa sesuai dengan regulasi.

Sehingga, tidak menutup kemungkinan Polro akan melakukan razia terhadap produk-produk tersebut.

"Jelas. Kalau ada alat bukti, motifnya apa, proses hukum," tambahnya.

Sebelumnya, BPOM mengeluarkan pernyataan bahwa dua obat itu sudah diduga terkontaminasi DNA babi sejak November 2017.

Tetapi, karena produk tersebut sudah kadung beredar di pasaran, BPOM akhirnya menginstruksikan agar pihak produsen menarik produk, dan kepada jajaran BPOM untuk terus memantau di lapangan.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help