Pimpinan DPR Minta Komisi X Dorong Kemendikbud Segera Siapkan Sarana dan Prasarana UNBK

Karena sekolah belum punya fasilitas lengkap. Jadi diikutkan dengan sekolah terdekat yang menyelenggarakan UNBK

Pimpinan DPR Minta Komisi X Dorong Kemendikbud Segera Siapkan Sarana dan Prasarana UNBK
TRIBUN/DANY PERMANA
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berbincang dengan redaksi Tribun Grup dalam kunjungannya ke kantor Tribun di Jakarta, Rabu (24/1/2018). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Komisi X DPR RI mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera menyiapkan sarana dan prasarana Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Karena menurut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Soesatyo, belum sepenuhnya merata di seluruh Indonesia, yang pelaksanaannya masih mengalami berbagai kendala.

"Mengingat di beberapa wilayah listrik dan internet belum sepenuhnya memadai," ujar politikus Golkar ini kepada wartawan menanggapi berbagai isu aktual, Kamis (8/2/2018).

Bukan itu saja, menurut Bamsoet demikian sapaanna, pimpinan DPR meminta Komisi II dan Komisi X DPR mendorong Kementerian Dalam Negeri, Kemendikbud, Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota agar berkoordinasi dalam memperhatikan dan menyelesaikan kondisi Sekolah Menengah Atas/Kejuruan, khususnya terkait peralihan kewenangan pengelolaan kepengurusan.

Selain itu ia juga meminta Komisi X DPR mendorong Kemendikbud bekerja sama dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, untuk terus mempercepat penguatan pendidikan di daerah.

Sebelumnya diberitakan jelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK0 SMP yang akan dilaksanakan pada 23 - 26 April 2018 mendatang, seluruh SMP se-Kota Yogyakarta menyatakan siap melaksanakannya.

Namun, masih ada sebanyak 10 sekolah yang pelaksanaan UNBK terpaksa harus bergabung dengan sekolah yang lain.

"Karena sekolah belum punya fasilitas lengkap. Jadi diikutkan dengan sekolah terdekat yang menyelenggarakan UNBK," ujar Kepala Seksi Kurikukum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Hasim, Selasa (6/2/2018)

Sebanyak 10 sekolah yang pelaksanaan UNBK harus bergabung dengan sekolah lain diantaranya, SMP Perak yang melaksanakan UNBK di SMP 9, SMP Budi Luhur dengan SMP 10, SMP Gotong Royong bergabung dengan SMP 8, SMP 17 bergabung dengan SMP 12.

Selain itu beberapa sekolah yang pelaksanaan UNBKnya harus bergabung dengan sekolah lain diantaranya, SMP Bhineka Tunggal Ika bergabung dengan SMP 7, SMP Bopkri 10 bergabung dengan SMP Bopkri 3, SMP Bokri 2 dengan SMP Bopkri 1 dan SMP Al Khairat dengan SMP Abu Bakar.

Hasim menambahkan, tahun ini ada beberapa SMP di Kota Yogyakarta yang mulai menyelenggarakan UNBK mandiri, sebelumnya pelaksanaan UNBK masih bergabung dengan sekolah lain.

"Tahun ini ada beberapa udah gelar UNBK. SMP Muhammadiyah 4, SMP Muhammadiyah 8, SMP Muhammadiyah 9, MTS Muhammadiyah Karangkajen, SMP Institut Indonesian dan SMP Taman Dewasa Jetis," ujarnya.

Hasim melanjutkan, meski beberapa sekolah telah menyelenggarakan UNBK, namun belum semua sekolah siap dengan sarana dan prasarananya.

"Belum semua sekolah siap dengan komputernya. Masih ada beberapa sekolah yang pinjam laptop orangtua seperti SMP 10, SMP 2 dan SMP 9," katanya saat ditemui di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta. (*)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help