Usai Ditangkap, Bupati Lampung Tengah Digiring Masuk ke Gedung KPK Lewat Pintu Belakang

Tak seperti biasa, penyidik KPK mengarahkan Mustafa masuk Gedung KPK melalui pintu belakang.

Usai Ditangkap, Bupati Lampung Tengah Digiring Masuk ke Gedung KPK Lewat Pintu Belakang
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas menunjukkan barang bukti yang diamankan saat operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Lampung Tengah di gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/2/2018). KPK mengamankan 19 orang dan menetapkan 3 orang tersangka diantaranya Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J Natalis Sinaga, Anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto dan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufih Rahman serta mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 1 Miliar terkait dugaan suap persetujuan DPRD untuk pinjaman daerah kepada PT SMI untuk pembangunan proyek infrastruktur yang akan dikerjakan Dinas PUPR Lampung Tengah. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Bupati Lampung Tengah, Mustafa,  tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta Selatan, Kamis (15/2/2018) malam.

Mustafa datang bersama dengan seorang ajudannya.

Masuk ke gedung KPK, dia tak terpantau oleh awak media.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatalam, Mustafa masuk sekitar pukul 23.20 WIB.

Baca: Kronologi Penangkapan Sejumlah Pejabat di Lampung Tengah Terkait Suap Dengan Kode Cheese

Tak seperti biasa, penyidik KPK mengarahkan Mustafa masuk Gedung KPK melalui pintu belakang.

"Tim sudah membawa Bupati Lampung Tengah ke KPK untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan," ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (16/2/2018)

Febri menerangkan, KPK perlu melakukan pemeriksaan secara intensif sebelum menentukan status hukum Mustafa.

"Sudah dibawa masuk tadi dan akan langsung melanjutkan pemeriksaan awal," ujar Febri.

Mustafa dan ajudannya, diamankan penyidik KPK, Kamis (15/2/2018) sore di Bandar Lampung terkait operasi tangkap tangan (OTT) sehubungan adanya dugaan suap berkaitan dengan pinjaman daerah pada APBD Lampung Tengah tahun 2018.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help