Amnesty International: 2017 Tahun Politik Kebencian

Amnesty Indonesia menyebutkan bahwa tahun 2017 adalah tahun pecahnya politik kebencian di Indonesia.

Amnesty International: 2017 Tahun Politik Kebencian
Brian Priambudi/Tribunnews.com
Amnesty International Indonesia 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Brian Priambudi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Amnesty International Indonesia mengeluarkan laporan tahunan situasi HAM dunia pada, Kamis (21/2/2018) di Kantor Amnesty International di gedung HDI Hive Menteng, Lantai 3, Jl. Probolinggo No.18.

Laporan ini menganalisis situasi HAM di 159 negara di dunia pada tahun 2017 lalu, termasuk negara Indonesia.

Amnesty Indonesia menyebutkan bahwa tahun 2017 adalah tahun pecahnya politik kebencian di Indonesia.

Politik kebencian itu melahirkan pelanggaran-pelanggaran HAM baru yang di sponsori oleh aktor negara dan non-aktor negara.

Baca: BPBD Brebes Sedang Ajukan Penetapan Status Tanggap Darurat Pasca-bencana Longsor

"Indonesia sendiri mengeksploitasi sentimen moralitas agama dan nasionalisme sempit oleh aktor negara dan non-negara yang mengajak pengikut mereka dan masyarakat untuk membenci mereka yang dianggap 'berbeda' seperti, kelompok atau individu yang dituduh 'anti-islam' atau 'menyimpang dari islam','anti-nasionalis' atau 'radikal islamis', 'anti NKRI dan separatis', hingga 'anti pembangunan' atau 'komunis'," kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid.

Dari laporan tersebut, politik kebencian di Indonesia merupakan rangkaian fenomena global dengan lahirnya pemimpin populis kanan yang mengeksploitasi retorika kebencian untuk melegitimasi kebijakan-kebijakan diskriminatif dan anti-HAM.

Politik kebencian yang digunakan aktor maupun non-aktor negara diyakini memecah belah masyarajat demi tujuan tertentu, pembelahan ini membawa dampak sosial dan politik yang berkepanjangan.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved