Pilkada Serentak 2018

Dua Calon Kepala Daerah Bertarung di Pilkada Berpotensi Rawan Konflik

"Salah satu indikasinya yang hanya mempunyai 2 pasangan calon," ujar Ilham, Kamis (8/3/2018).

Dua Calon Kepala Daerah Bertarung di Pilkada Berpotensi Rawan Konflik
TRIBUNNEWS/VINCENTIUS JYESTHA
Wakapolri Komjen Pol Syafruddin di acara diskusi 'Masjid, Muballigh dan Politisi Muslim dalam Mengawasi Pilkada Serentak' di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ilham Saputra, mengatakan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018 yang hanya diikuti dua pasangan calon berpotensi menimbulkan kerawanan konflik.

Berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sebanyak 41 daerah pelaksana Pilkada 2018 tercatat hanya memiliki dua paslon kepala daerah.

"Salah satu indikasinya yang hanya mempunyai 2 pasangan calon," ujar Ilham, Kamis (8/3/2018).

Salah satu daerah mempertarungkan dua pasangan calon, yaitu Jawa Tengah.
Di Pilkada Jateng 2018, bertarung dua paslon yaitu pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin (Gus Yasin), dan pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah.

Baca: ICW Dukung Inisiatif Hakim Tipikor Gelar Sidang Setya Novanto Setiap Hari

Baca: Fahri Hamzah Laporkan Presiden PKS ke Polda Metro Jaya

"Salah satu alasan kenapa Jateng dianggap rawan konflik oleh kepolisian karena dua paslon saja. Padahal menurut Bawaslu termasuk daerah yang indeksnya rendah konflik," tutur Ilham.

Sebagai penyelenggara pemilu, kata dia, KPU RI bersama dengan instansi terkait berupaya melakukan sosialisasi Pilkada damai secara masif terutama untuk daerah-daerah rawan konflik.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help