Gus Hayid: Ilmu Tasawuf Bukanlah Ilmu Sesat

Banyaknya gempuran terhadap ilmu tasawuf dan praktik sufistik sebagai ilmu sesat dan bid'ah yang tak ada dasarnya membuat mahasiswa di Jepang gelisah.

Gus Hayid: Ilmu Tasawuf Bukanlah Ilmu Sesat
Istimewa
Gus Hayid (kiri dengan jaket kuning muda) bersama warga Indonesia di Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Banyaknya gempuran terhadap ilmu tasawuf dan praktik sufistik sebagai ilmu sesat dan bid'ah yang tak ada dasarnya dalam Alquran dan hadits membuat para mahasiswa di Jepang gelisah.

Para putra terbaik bangsa yang sedang melanjutkan studinya di program master dan doktor di institute of technologi Tokyo (ITT) mengundang Gus Hayid (KH Muhammad Nur Hayid) untuk menjelaskan bagaimana posisi tasawuf dalam Islam.

"Yang perlu saya tegaskan terlebih dahulu bahwa tasawuf bukanlah ilmu sesat dan bid'ah yang dholalah," ujar Gus Hayid.

Tasawuf dan sufism, menurutnya, adalah praktik keagamaan yang berdasar pada Alquran dan meneladani ahlak dan perilaku Rasulullah SAW dalam sunnah-sunnahnya.

Gus Hayid mengungkapkan hal itu dalam acara Diskusi Midori di Kampus ITT Yakohama, Jepang, Jumat (9/3/2018).

Hadir dalam acara bergengsi ini Ketua PCINU Jepang Miftakhul Huda dan Ketua PCIMU Jepang.

Baca: Hari Darmawan Kini Tiada, Kisah Suksesnya Berawal dari Kebangkrutan Usaha Keluarga

Serta para mahasiswa muslim yang tergabung dalam Modori yang terdiri dari para mahasiswa dari berbagai jurusan dan alumni kampus besar di Indonesia seperti ITB, ITS, Unair, UGM, UI dan lain-lain.

Dalam penjelasannya, Gus Hayid juga mengurai sejarah tasawuf dan praktik sufustik sejak zaman Rasulullah, para sahabat hingga generasi pertama tabiin seperti Hasan al Basri, Ibrahim bin A'dham dan Rabiatul Adawiyyah.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help