Suap di Pengadilan

Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Tangerang yang Ditangkap KPK Dikenal Sebagai Orang Sibuk

Panitera Pengadilan Negeri Tangerang, Tuti Atika, dikenal warga di sekitar kediamannya jarang bersosialisasi.

Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Tangerang yang Ditangkap KPK Dikenal Sebagai Orang Sibuk
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas disaksikan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kiri) menunjukkan barang bukti yang diamankan saat operasi tangkap tangan (OTT) Pengadilan Negeri Tangerang di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/3/2018). KPK menetapkan empat orang tersangka yakni Hakim PN Tangerang Wahyu Widya Nurfitri, Panitera Pengganti PN Tangerang Tuti Atika, dan dua orang pemberi suap yakni Agus Wiratno dan HM Saipudin terkait pemberian suap gugatan perdata perkara wanprestasi dengan komitmen fee sebesar 30 juta. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Panitera Pengadilan Negeri Tangerang, Tuti Atika, dikenal warga di sekitar kediamannya jarang bersosialisasi.

Kesibukannya di pengadilan membuat aktivitas Tuti di lingkungan rumahnya sangat terbatas

Seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya mengatakan setiap hari Tuti bekerja dari pagi sampai malam.

Baca: KPK Tetapkan Hakim, Panitera, dan Pengacara Sebagai Tersangka Suap di Pengadilan Negeri Tangerang

"Iya bu Tika (panggilan Tuti) bekerja tiap pagi sampai malam sibuk sama kerjaannya jadi jarang ketemu juga sih," ujar di kompleks Setneg, Panunggangan Utara, Pinang, Kota Tangerang, Banten, Selasa (13/3/2018).

Diketahui Tuti Atika tinggal di Blok D4/8, kompleks Setneg, Panunggangan Utara, Pinang, Kota Tangerang, Banten.

Lanjut sang tetangga, setiap ada acara RT, Tuti jarang sekali bergabung dengan warga.

Baca: Hakim Pengadilan Negeri Tangerang yang Ditangkap KPK Sudah Dua Hari Tidak Masuk Kantor

Menurutnya, ia hanya aktif mengikuti arisan tetangga setiap bulannya.

Halaman
12
Editor: Adi Suhendi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help