Badan Pembina Ideologi Pancasila: Kami Ajak TNI agar Belajar Pancasila Lebih Mengasyikkan

TNI yang erat sebagai institusi bela negara dinilai bisa menyalurkan semangat patriotisme dan cinta tanah air kepada masyarakat.

Badan Pembina Ideologi Pancasila: Kami Ajak TNI agar Belajar Pancasila Lebih Mengasyikkan
Tribunnews.com/Rizal Bomantama
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto diapit Ketua BP-PIP Yudi Latief (kiri) dan Romo Benny Susetyo (kanan) usai pertemuan di Kantor Panglima TNI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pembina Ideologi Pancasila (BP-PIP) yang dipimpin Yudi Latief beserta Ketua Dewan Pengarah Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di kantornya Jalan Medan Merdeka Barat No 2, Jakarta Pusat pada Rabu (14/3/2018) siang.

Lembaga yang dulu bernama Unit Kerja Presiden Pembina Ideologi Pancasila (UKP-PIP) berniat menggandeng institusi TNI dalam upaya peningkatan pemahaman Pancasila di masyarakat Indonesia hingga ke perbatasan.

Salah satu alasan BP-PIP menggandeng TNI, menurut Yudi Latief, adalah karena TNI memiliki struktur hingga ke bawah yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.

"BP-PIP mulai berpikir mengenai sinergi demi ketahanan ideologi Pancasila di masa depan di masyarakat, misalnya BP-PIP hanya satu badan di pemerintah pusat membutuhkan TNI yang memiliki struktur jauh ke bawah seperti Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan Babinkamtibmas (Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat)."

"Apalagi memang sudah sejak lama anggota TNI bahkan menjadi pengajar di daerah terpencil atau perbatasan Indonesia dengan negara lain. Nanti BP-PIP dan TNI akan membuat kesepakatan ada program 'training of trainers' bagi prajurit TNI yang disiapkan untuk mengajarkan Pancasila ke tepian nusantara," ucap Yudi Latief usai pertemuan.

Baca: Anak Muda Zaman Now Harus Paham Pancasila

Selain itu menurut Yudi, TNI yang erat sebagai institusi bela negara dinilai bisa menyalurkan semangat patriotisme dan cinta tanah air kepada masyarakat.

Kemudian dengan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) yang dimiliki TNI dan BP-PIP bisa melakukan ekspedisi kebangsaan mengajak masyarakat ke daerah-daerah terpencil dan perbatasan negara.

"TNI juga bisa memiliki semangat bela negara dan patriotisme yang bisa disalurkan ke masyarakat dengan kombinasi konten yang disiapkan BP-PIP. Selain melalui kegiatan fisik seperti outbond, TNI juga bisa mengajak masyarakat untuk menuju pulau terluar Indonesia menggunakan alusista yang dimilikinya."

"Misal dengan mengajak pemuda dan mahasiswa melakukan ekspedisi ke suatu pulau dan mengadakan jambore kebudayaan di sana untuk melaksanakan proses pertukaran gagasan dan keragaman yang bisa menimbulkan rasa cinta tanah air. Sehingga konsep belajar Pancasila ke depan lebih kreatif, tidak dengan terpaksa, dan lebih mengasyikkan," tegas Yudi Latief.

Sementara itu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan TNI siap all-out dalam melaksanakan program kerja BP-PIP itu.

Termasuk siap mengerahkan seluruh struktur TNI mulai dari Kodam, Korem, Kodim, Koramil sampai Babinsa untuk ikut mengajarkan Pancasila kepada masyarakat.

"Selain punya struktur sampai ke bawah TNI juga siap mengerahkan Kapal Republik Indonesia (KRI) untuk mengajak pemuda Indonesia mengajarkan Pancasila hingga ke perbatasan. Nanti prajurit TNI akan disiapkan sesuai program kerja BP-PIP agar mampu menjadi guru yang melakukan pembinaan Pancasila di daerah perbatasan dan daerah rawan."

"TNI siap all-out mendukung program ini," tukasnya.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved