Kata Roy Marten soal Peredaran Narkoba di Lapas: Penjagaan Kurang Ketat

Roy Marten menyatakan bahwa ia memiliki beberapa saran agar bandar tidak dapat menjalankan bisnis narkotika di dalam lapas

Kata Roy Marten soal Peredaran Narkoba di Lapas: Penjagaan Kurang Ketat
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Forum diskusi dengan tema 'Indonesia Darurat Narkoba' di kantor DPP PAN, Kebayoran Baru, Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Roy Marten merupakan satu diantara artis Indonesia yang pernah terjerat dalam lingkaran narkotika.

Sebagai mantan pecandu yang pernah mendekam di dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas), ia menceritakan mengapa seorang bandar masih dapat mengatur bisnis haram tersebut.

"Terkadang, pengguna sama bandar itu dijadikan satu tempatnya. Selain itu penjagaan kurang ketat, sehingga bisa lolos," ujar Roy Marten dalam forum diskusi di kantor DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Kebayoran Baru, Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2018).

Untuk itu, Roy Marten menyatakan bahwa ia memiliki beberapa saran agar bandar tidak dapat menjalankan bisnis narkotika di dalam lapas.

Baca: 2 Warga Tiongkok dan 1 WNI Kasus Narkoba Dituntut Hukuman Mati

Diantaranya dengan mengisolir bandar narkoba di dalam lapas yang pengawasannya dijaga dan dipantau dengan ketat.

Selain itu, jangan sampai pengunjung yang menjenguknya dapat menyentuhnya secara langsung.

"Pasang kamera CCTV di ruang tahanannya agar bisa selalu dipantau. Lalu antara penghuni lapas dan penjenguk dipisahkan oleh kaca, agar tidak bersentuhan," imbuh Roy Marten.

Aktor film 'Cintaku di Kampus Biru' tersebut pernah dua kali tersandung kasus narkoba, pertama pada bulan Februari 2006, dan yang kedua pada bulan November 2007.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar

Berita ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Sebagai Mantan Pecandu Narkotika, Roy Marten Sarankan Penjagaan Lapas Lebih Ketat

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved