Korupsi KTP Elektronik

Soal Biaya Rp 20 Miliar Dalam Percakapan Setya Novanto, Saksi Ahli Nilai Ada 'Pengkondisian'

Ahli psikologi forensik, Reni Kusumawardani menjadi saksi dalam sidang lanjutan korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto, Rabu (14/3/2018).

Soal Biaya Rp 20 Miliar Dalam Percakapan Setya Novanto, Saksi Ahli Nilai Ada 'Pengkondisian'
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto mendengarkan keterangan saksi pada sidang lanjutan kasus pengadaan KTP Elektronik di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (14/3/2018). Sidang mantan ketua DPR itu beragendakan mendengarkan keterangan saksi dan saksi ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ahli psikologi forensik, Reni Kusumawardani menjadi saksi dalam sidang lanjutan korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto, Rabu (14/3/2018).

Dalam sidang, Jaksa memutarkan hasil sadapan yang memperdengarkan suara yang diduga suara Setya Novanto.

Berikut ini transkripnya:

Itu lawannya Andi, Andi juga. PNRI dia juga, itu dia juga, (suara tidak jelas) (tertawa).

Waduh gua bilangin kali ini jangan sampe kebobolan, nama gua dipake ke sana-sini (suara tidak jelas) (tertawa) ongkosnya gua entar lebih mahal lagi.

Giliran gua dikejar ama KPK, ongkos gua dua puluh milyar).

Kalau gue dikejar ama KPK, ongkos gue dua puluh milyar.

"Jadi menunjukan ada kemampuan, pengetahuan dan upaya untuk melakukan pengamanan branding penguasa itu," kata Reni di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Baca: Tidak Jujur, Setya Novanto Janji Sampaikan Perbuatan Irvanto pada Jaksa KPK

Halaman
123
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help