Tanggapi Calon Kepala Daerah yang Terjerat Korupsi, PPP Minta Pemerintah Terbitkan Perppu

"Penerbitan Perppu memberikan kemungkinan parpol pengusung mengusung calon lain."

Tanggapi Calon Kepala Daerah yang Terjerat Korupsi, PPP Minta Pemerintah Terbitkan Perppu
TRIBUNNEWS/GLERY LAZUARDI
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, meminta pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) mengenai pergantian calon kepala daerah yang terjerat kasus korupsi.

Perppu tersebut dikeluarkan untuk menyelamatkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Selain itu, kata dia, Perppu menepis stigma KPK sedang bermain politik dengan cara menggugurkan calon tertentu.

"Penerbitan Perppu memberikan kemungkinan parpol pengusung mengusung calon lain. Kalau itu tidak diberikan ruang jangan sampai KPK dikesankan sebagai lembaga yang justru bermain politik," tutur Romahurmuziy, ditemui di Kantor DPP PPP, Rabu (14/3/2018).

Dia mencontohkan, apabila di satu daerah ada dua pasangan calon kepala daerah, namun ada satu calon kepala daerah terjerat kasus korupsi, maka ada pasangan calon yang diuntungkan.

Untuk mengantisipasi ada stigma KPK sebagai lembaga penegak hukum sedang bermain politik, kata dia, perlu dikeluarkan Perppu.

Baca: KOPEL: Jangan Terus Bikin Akrobat Politik, Presiden Jokowi Harus Tanggung jawab Selesaikan UU MD3

Baca: Bulan Depan Sopir Taksi Online yang Langgar Aturan Akan Ditilang

"Ini harus diikuti dengan penerbitan Perppu untuk membolehkan parpol yang calon menjadi tersangka era sebelum pemilihan untuk mengganti. Supaya tidak ada stigma KPK sedang bermain politik dengan menggugurkan calon tertentu," kata dia.

Meskipun ada penetapan status tersangka, tetapi berdasarkan aturan, calon kepala daerah itu tidak digugurkan. Partai politik yang sudah mendaftarkan pasangan calon kepala daerah tak dapat menarik dukungan.

Baca: Ketika Ustaz Abdul Somad Menyentil Syahrini Tentang Ajakan Berhijab dan Mendirikan Tahfidz Al Quran

Namun, kata dia, dari segi politik nama pasangan calon itu akan jatuh yang mengakibatkan elektabilitas menurun.

"Lebih baik diberikan ruang kepada parpol pengusung untuk mengevaluasi apabila itu terjadi," tambahnya.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help