Pilpres 2019

Gerindra Sebut SBY Ingin Bangun Dinasti Politik Melalui AHY

"Sepertinya SBY ingin berkuasa kembali dengan membangun dinasti," kata Wasekjen Gerindra Andre Rosiade dalam keterangannya, Rabu (21/3/2018).

Gerindra Sebut SBY Ingin Bangun Dinasti Politik Melalui AHY
Tribunnews/JEPRIMA
Presiden Ir Joko Widodo (Jokowi) saat menyalami Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disaksikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono seusai memukul gong sebagai tanda dibukanya acara rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat 2018 dengan mengusung tema Demokrat Siap di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2018). Dalam pidatonya Jokowi mengaku seorang demokrat adalah mereka yang mau menjadi pendengar yang baik serta menghargai pendapat orang lain. Atas kriteria tersebut, Jokowi mengaku dia adalah seorang demokrat. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPP Partai Gerindra menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sepertinya ingin berkuasa lagi dengan menyodorkan putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon presiden atau calon wakil presiden pada Pilpres 2019.

"Sepertinya SBY ingin berkuasa kembali dengan membangun dinasti," kata Wasekjen Gerindra Andre Rosiade dalam keterangannya, Rabu (21/3/2018).

Andre menanggapi pernyataan Wasekjen Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik yang menyebut pidato Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto tentang 'Indonesia Bubar 2030' sangat pesimistis dan membandingkannya dengan AHY memandang Indonesia optimis akan berjaya pada 2045.

Baca: Prabowo Ramal Indonesia Akan Bubar, Sekjen Demokrat: Beda dengan AHY yang Tawarkan Optimisme

Menurut Andre dari pernyataan itu terlihat sekali bahwa Demokrat ingin sekali memajukan AHY di Pilpres.

"Indonesia ini negara republik bukan kerajaan yang jabatan dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya," ujar Andre.

Dia mengatakan pernyataan Rachland terkesan menyerang pribadi Prabowo Subianto.

Andre lalu mengungkit-ungkit saat era Demokrat berkuasa dimana sejumlah kadernya berurusan dengan KPK.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help