Berita Parlemen

Komisi IX Desak Kemenkes Jamin Ketersediaan Obat Program JKN

Program Jaminan Kesehatan Nasional sejak 2014 sampai sekarang, masih mengalami berbagai persoalan dalam pelaksanaannya.

Komisi IX Desak Kemenkes Jamin Ketersediaan Obat Program JKN
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek, Ketua KPK Agus Rahardjo, dan Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris memberikan keterangan kepada wartawan dalam penandatanganan surat keputusan pembentukan tim pengawas bersama di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/7/2017). Tim tersebut dibentuk untuk mencegah potensi kecurangan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Program Jaminan Kesehatan Nasional sejak 2014 sampai sekarang, masih mengalami berbagai persoalan dalam pelaksanaannya.

Satu di antara yang paling krusial adalah ketersediaan obat yang sering kali terbatas.

Dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Kementerian Kesehatan dan Dirut BPJS Kesehatan, Wakil Ketua Komisi IX Saleh Partaonan Daulay mendesak Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI untuk melaksanakan rekomendasi Panja Peredaran Obat dan Vaksin Komisi IX DPR RI secara keseluruhan. 

“Terutama pemberlakuan sistem informasi pengadaan obat melalui e-catalogue dengan pemenang lelang lebih dari satu atau multi-winner policy guna memberikan kepastian ketersediaan obat dalam program JKN,” papar Saleh saat memimpin Raker di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3/2018). 

Saleh menjelaskan, pengadaan obat bagi pasien peserta JKN diatur dalam formularium nasional (Fornas), namun tidak semua jenis obat masuk dalam daftar Fornas tersebut.

Jenis obat yang sering langka pun adalah obat untuk penyakit kanker dan rematoid artritis. 

Selain itu, persoalan kesulitan akses terhadap obat-obatan ini juga disebabkan oleh ketidakteraturan administrasi rumah sakit.

Rumah sakit sering melakukan pemesanan obat pada triwulan kedua dan ketiga, sehingga pada waktu tersebut terjadi lonjakan pemesanan obat. 

Keterlambatan pembayaran obat oleh rumah sakit pun menjadi penyebab kelangkaan obat bagi peserta JKN, keterlambatan tersebut menjadikan rumah sakit masuk daftar hitam para distributor obat. 

Hal lain yang menyebabkan kelangkaan obat untuk peserta JKN adalah integritas pihak yang berperan dalam pengadaan obat.

Adanya tindakan korupsi dalam proses pengadaan obat disinyalir berpengaruh besar terhadap aksesibilatas obat-obatan untuk pasien peserta JKN. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help