Komnas HAM: TNI Boleh Dilibatkan Berantas Terorisme Jika . . .

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) awalnya termasuk pihak yang menolak opsi tersebut.

Komnas HAM: TNI Boleh Dilibatkan Berantas Terorisme Jika . . .
Tribunnews.com/Vincentius
Pertemuan Komnas HAM dengan perwakilan TNI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPR RI masih terus menggodok terkait Revisi Undang-undang (RUU) Terorisme, yang mana muncul wacana pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) awalnya termasuk pihak yang menolak opsi tersebut.

Baca: Polisi Malaysia Buru 4 Teroris Jaringan ISIS

Untuk itu, Komnas HAM melakukan pertemuan dengan perwakilan TNI guna membahas hal tersebut, hari ini, Senin (16/4).

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, mengatakan TNI masih boleh dilibatkan memberantas terorisme hanya jika terjadi kondisi darurat.

"Sebaiknya, TNI menangani terorisme yang mengganggu pertahanan negara. Jadi kalau harus terlibat spesifik, keterlibatannya pada objek-objek vital tertentu, bukan yang lain," ujar Choirul, di gedung Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Ia pun menjelaskan yang dimaksud objek vital pertahanan negara mencakup aksi terorisme yang terjadi di Istana Presiden.

Kemudian, aksi terorisme terhadap kapal induk di laut, ataupun serangan tersebut pesawat terbang dan pesawat tempur di udara.

Choirul juga menegaskan keterlibatan TNI tak akan berlaku apabila aksi terorisme hanya terjadi di tempat-tempat umum. Pihak kepolisianlah yang akan menanganinya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan TNI dapat pula dilibatkan untuk menangani teroris apabila terjadi ancaman terorisme dalam skala yang besar.

"Jadi jika ada bom di area hotel, tempat hiburan, atau pusat perbelanjaan, itu ranah polisi. Tidak perlu pelibatan TNI," jelasnya.

"Kalau urgent dan mendesak (boleh libatkan TNI, (tapi) udah kelar (kasus terorismenya) turun lagi yang nanganin polisi. Jadi kalau urgent dan mendesaknya bisa ditanganinnya 1 - 2 hari ya cukup 1 - 2 hari, nggak perlu panjang-panjang," tandasnya. 

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help