Aman Abdurrahman Tertunduk Dengarkan Saksi Korban Bom Samarinda Menangis Cerita Kondisi Anaknya

Saat menunduk, dia sesekali melirik kearah Marsiana yang terlihat menangis saat memberikan keterangan terkait kondisi anaknya.

Aman Abdurrahman Tertunduk Dengarkan Saksi Korban Bom Samarinda Menangis Cerita Kondisi Anaknya
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
terdakwa 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan terorisme Aman Abdurrahman alias Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma terlihan tertunduk saat saksi korban Bom Samarinda Marsiana Tiurnovita memberikan keterangan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,  Selasa (17/4/2018).

Berdasarkan amatan, Aman Abdurrahman terlihat menunduk saat saksi Marsiana Tiurnovita bercerita terkait anaknya yang menjadi korban bom Gereja Oikumene Samarinda pada 13 November 2016 lalu.

Aman yang tampak mengenaman pakaian serba abu-abu serta penutup kepala warna abu-abu tampak serius mendengarkan kesaksian Marsiana.

Saat menunduk, dia sesekali melirik kearah Marsiana yang terlihat menangis saat memberikan keterangan terkait kondisi anaknya.

Diketahui, saat persidangan Marsiana Tiurnovita, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan anaknya Alfaro Sinaga yang hingga saat ini masih menjalani proses pengobatan paska ledakan di Gereja Oikumene Samarinda pada 13 November 2016 lalu.

Tangisan Marsiana pecah dipersidangan saat menceritakan anaknya harus melakukan operasi luka bakar dibagian kepala anaknya akibat ledakan bom Samarinda.

"6 bulan kita masih operasi. Anak saya menjalani 28 kali masuk ruang operasi. 6 kali tempel kulit. Terakhir, semua itu bulan 12 (Desember 2017) saya bawa ke Kuala Lumpur karena informasi dari dokter rambut anak saya tidak bisa tumbuh lagi," ucap Marsiana Tiurnovita sambil bercucuran air mata.

Marsiana mengungkapkan saat ini anaknya telah masih harus melakukan operasi tempel kulit dibagaian kepala serta tempel rambut.

"Masih proses untuk pemasangan balon, mungkin akhir April 2018bakan operasi untuk pasang 3 balon lagi," ucap Marsiana Tiurnovita.

Meski dia pernah dibantu oleh pemerintah terkait biaya operasi anaknya, namun Marsiana mengaku masih mengalami kendala dalam biaya operasi lanjutan anaknya di Kuala Lumpur.

Diketahui, Aman Abdurrahman didakwa pasal berlapis karena diduga menjadi aktor intelektual teror bom Thamrin dan sejumlah aksi terorisme dalam rentang waktu 2008 hingga 2016.

Dalam dakwaan primer, Aman didakwa dengan pasal 14 juncto pasal 6, subsider pasal 15 juncto pasal UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancama pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Sementara itu, dalam dakwaan sekunder, Aman Abdurrahman didakwa dengan pasal 14 juncto pasal 7, subsider pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help