Menteri Basuki: Melalui Diskusi Mengasah Intelektualitas

“Kita akan adakan diskusi reguler. Seperti acara bedah buku ini sangat penting. Selain kontennya bagus, pembicaranya adalah para cendekiawan".

Menteri Basuki: Melalui Diskusi Mengasah Intelektualitas

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan generasi muda PUPR perlu lebih banyak hadir dalam berbagai forum diskusi bermutu, terutama bertema memperkuat persatuan Indonesia.

Melalui diskusi akan mengasah intelektualitas sehingga tidak mudah terpengaruh hoax.

Demikian disampaikan Menteri Basuki saat memberikan sambutan pembukaan acara Bedah Buku yang menjadi program reguler Perpustakaan Kementerian PUPR.

Kali ini menghadirkan penulis dan penggiat literasi Nusantara Maman Suherman atau dikenal Kang Maman dengan buku berjudul “Bapakku Indonesia” di ruang Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (16/4/2018).

kementerian pupr

“Kita akan adakan diskusi reguler. Seperti acara bedah buku ini sangat penting. Selain kontennya bagus, pembicaranya menurut saya adalah para cendekiawan nasional karena dapat menguraikan hal yang rumit dengan bahasa yang mudah dipahami atau dimengerti masyarakat,” kata Menteri Basuki.

Turut hadir narasumber lainnya yakni Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna dan Komedian Cak Lontong. Pada acara tersebut juga dilakukan Launching Buku Potret Kinerja Keterbukaan Informasi Publik Kementerian PUPR sebagai wujud pelaksanaan UU Keterbukaan Informasi Publik.

Ditambahkan Menteri Basuki, generasi muda PUPR saat ini sangat penting karena menjadi pembentuk Kementerian PUPR 20 tahun ke depan. Diskusi juga diperlukan Kementerian PUPR sebagai learning organization guna memunculkan ide-ide baru dan mendorong munculnya inovasi.

Melalui bukunya, Kang Maman mengajak pembaca untuk menelusuri perjalanan masa kecilnya yang banyak berpindah tempat sehingga berkesempatan melihat Indonesia dalam keragaman suku, agama, bahasa dan budaya namun satu Indonesia.

Kang Maman menyampaikan bahwa surga ada ditelapak kaki ibu. Ibu yang melahirkan dan membersarkan kita. akan tetapi, ia juga percaya, yang membuat infrastruktur jalan ke surga adalah ayah atau bapak.

Bagi Yayat Supriatna, bapak adalah bentuk simbolik dari pelindung, pemimpin, sahabat, dan guru terbaik. Bapak memiliki kekuatan aktor. Bukan sembarang aktor, tetapi aktor yang memberikan nilai.

“Seperti negara yang bangun kota dan ruang, membangun kota, kita bisa membangun nilai. Struktur yang membangun kultur”, ujarnya.

kementerian pupr

Sementera Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja dalam laporannya menyebutkan, dalam rangka mengembangkan minat baca bagi karyawan Kementerian PUPR, saat ini Perpustakaan Kementerian PUPR juga telah mengalami moderenisasi. Saat ini juga sedang dikembangkan perpustakaan digital yang dapat diakses secara online.

Acara yang dihadiri sekitar 200 orang tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Anita Firmanti, Dirjen Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti, Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid, Kepala Balitbang Danis H. Sumadilaga, Staf Ahli Menteri Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Baby Setiawati Dipokusumo, pegawai dan CPNS di lingkungan Kementerian PUPR.(*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help