Pilpres 2019

Prabowo Diminta Jadi King Maker, Politisi Demokrat Sebut 4 Nama yang Layak jadi Capres-Cawapres 2019

Usai mengatakan Prabowo Subianto sudah seharusnya naik kasta, Ferdinand Hutahaean kini menyebut nama-nama yang layak digodok sebagai Capres-Cawapres.

Prabowo Diminta Jadi King Maker, Politisi Demokrat Sebut 4 Nama yang Layak jadi Capres-Cawapres 2019
Kolase TribunWow
Prabowo, Ferdinand Hutahaean, dan Jokowi 

(TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)

TRIBUNNEWS.COM - Setelah mengungkapkan jika Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto sudah seharusnya naik kasta, Ferdinand Hutahaean kini menyebut nama-nama yang layak digodok sebagai Capres-Cawapres.

Pria yang menjabat sebagai Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat itu menyebut ada empat nama yang layak sebagai Capres-Cawapres.

Namun Ferdinand hanya menyebut inisial mereka saja.

Mereka antara lain adalah GN, CT, AB, dan AHY.

Ferdinand juga tak menutup kemungkinan munculnya calon lain selain empat inisial yang telah disebutnya.

"Setuju, ada nama2 yg layak di godok jd capres cawapres GN,CT,AB,AHY, dll," kicau Ferdinand via Twitter, Senin (16/4/2018) saat menanggapi kicauan netizen lain tentang potensi pemimpin baru di Pilpres 2019.

Tidak diketahui pasti, siapa pemilik empat inisial tersebut.

Namun jika dicocokkan dengan nama politisi yang biasanya muncul di pemberitaan, maka inisial di atas cocok dengan nama Gatot Nurmantyo, Chairul Tanjung, Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono

Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean mengatakan jika Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingingkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto naik kasta dengan menjadi King Maker.

"Pak SBY tdk kuatir Prabowo menang, tp pak SBY kuatir Prabowo kalah. Maka itu pak SBY sebetulnya ingin Pak Prabowo naik kasta jd King Maker. Calonkan yg lbh mampu kalahkan Jokowi, mk SBY akan bersama Prabowo.

Jendral tentu tau strategi berperang. Bkn sekedar maju ke medan laga," kicau Ferdinand.

Halaman Selengkapnya >

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help