Kasus First Travel

Pengakuan Bos First Travel: Dikurung di Kamar Sempit Lalu Diintimiasi

Hal itu terjadi saat Andika dimintai keterangan untuk membuat berita acara pemeriksaan (BAP) penyidik polisi.

Pengakuan Bos First Travel: Dikurung di Kamar Sempit Lalu Diintimiasi
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Bos First Travel Anniesa Hasibuan tak bisa menahan tangis saat diperiksa sebagai terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, (23/4/2018). 

TRIBUNNEWS.COM -- TERDAKWA bos First Travel, Andika Surachman, mengaku sempat dikurung dalam sebuah ruang sempit oleh polisi.

Hal itu terjadi saat Andika dimintai keterangan untuk membuat berita acara pemeriksaan (BAP) penyidik polisi.

Andika mengakui itu di depan majelis hakim dalam sidang lanjutan kasus skandal Firat Travel di Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, Senin (23/4/2018).

Selain ditempatkan dalam ruangan sempit, Andika juga mengaku diintimidasi setiap hari.

Andika Surachman juga mengaku mendapat banyak tekanan, intimidasi, ancaman, bahkan pemukulan, dari petugas polisi yang memeriksanya.

Andika juga mengaku dirinya diancam dan dipukul petugas yang memeriksanya.

Intimidasi kata Andika dialaminya sejak awal ia dan istrinya Anniesa ditangkap Bareskrim Mabes Polri dari Kantor Kemenag, Agustus 2017 lalu.

"Sejak awal kami sudah ditekan. Mereka bilang dan menuduh kalau saya mau melarikan diri ke London dan sudah punya tiket serta paspor ke London. Padahal tidak sama sekali" kata Andika.

Oleh karena tekanan-tekanan itulah Andika mengaku terpaksa menandatangani BAP yang disodorkan polisi.

Ia menarik kembali beberapa isi BAP itu dengan alasan adanya tekanan dari pihak penyidik dalam pemeriksaan.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help