Ketua Projo Papua Apresiasi Menhub atas Pembangunan Fasilitas Transportasi di Papua

Berkat kinerja Budi Karya, Morin mengatakan saat ini BBM satu harga dan semen harga murah di Papua menjadi kenyataan

Ketua Projo Papua Apresiasi Menhub atas Pembangunan Fasilitas Transportasi di Papua
Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Presiden Joko Widodo meninjau proyek padat karya di Sorong, Papua, Jumat (13/4/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPD Projo Provinsi Papua, Moses Morin mengapresiasi kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi atas di bukanya sarana fasilitas transportasi jalur baru tol laut dan jembatan udara.

Berkat kinerja Budi Karya, Morin mengatakan saat ini BBM satu harga dan semen harga murah di Papua menjadi kenyataan.

Baca: Ketua DPR Desak Penyedia Jasa Transportasi Daring Beri Jaminan Keamanan Penumpang

"Memang selama melakukan pembangunan fasilitas baik bandara dan dermaga di papua hal yang sangat mengganggu adalah tanah, tetapi kami ingin menegaskan perihal masalah ganti rugi tanah adalah tanggung jawab dari pemerintah daerah setempat sehingga dalam pembangunan wajib ada kerjasama antara pihak yang terkait," katanya dalam keterangan pers yang diterima, Sabtu (28/4/2018).

Morin mengatakan, semua fasilitas mulai dibuka dari wilayah pesisir sampai wilayah pegunungan Papua.

Sehingga, kata Morin, Menhub telah jalankan Sila Kelima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sektor terpenting di papua adalah transportasi dan regulasi angkutan. Menurut Morin, tugas yang cukup berat kini diemban oleh Budi Karya.

Agar semua program Pemerintah dapat dirasakan di Tanah Papua, Morin menegaskan pihaknya tetap mengawal segala bentuk pembangunan koneksitas dari laut, sungai dan udara guna memberikan kesamaan harga kebutuhan masyarakat Papua.

Baca: Kapolri Tito Tidak Canggung Ikuti Syuting Film 22 Menit

Morin menambahkan, pihaknya juga mendukung salah satu program Menteri Perhubungan terkait rencana membangun bandara di wilayah-wilayah yang sangat terisolir dan berada di wilayah yang masih diduduki kelompok sparatis seperti di Agdugume.

"Hal ini membuktikan negara hadir di sana selama masih di wilayah NKRI," kata Morin.

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved