Pilpres 2019

Para Pendiri Partai Demokrat Akan Deklarasi Ormas Relawan Jokowi (Rejo)

Ketua umum Relawan Jokowi (ReJo) HM Darmizal mengatakan, tokoh partai Demokrat Vence Rumangkang, Hayono Isman dan Jenderal (purn) Jali Yusuf

Para Pendiri Partai Demokrat Akan Deklarasi Ormas Relawan Jokowi (Rejo)
ISTIMEWA
Politisi Partai Demokrat, Darmizal.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Ketua umum Relawan Jokowi (ReJo) HM Darmizal mengatakan, tokoh partai Demokrat Vence Rumangkang, Hayono Isman dan Jenderal (purn) Jali Yusuf dijadikan Pembina Organisasi Masyarakat (Ormas) yang bakal dideklarasikan di Jakarta Minggu (6/5/2018) mendatang.

Selain itu, menurut pendiri Partai Demokrat ini tokoh nasional seperti Freddy Numberi, Ferari Roemawi, Sri Mulyono, Habib Ali Al Attas, Abdurrahman Abdullah, Fauzi Bahar, A. Zaki, Wayan Gunastre, Senja Nirwana sudah bergabung dalam ReJo. "Tokoh lain juga menyatakan kesiapannya untuk bergabung," ujarnya dalam rilisnya yang diterima tribunnews.com, Sabtu (28/4/2018).

Darmizal menjelaskan, alasan utama yang melatarbelakangi berdirinya ReJo ini adalah pembangunan diera pemerintahan Susilo Bambang Yudhono (SBY) selama 10 tahun sudah dilanjutkan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Baca: Kisah Ki Joko Bodo Lepas Ilmu Andalan, Bisa Komunikasi dengan Mahluk Halus

Salah satu pendiri Partai Demokrat ini menjelaskan, ada tiga landasan utama yang melatar belakangi gerakan ini. Alasan pertama, kata dia, landasan emosional. Saya dengan Jokowi merupakan alumni Universitas Gajah Mada (UGM). "Jadi, saya sama dengan Pak Jokowi satu almamater," ucapnya.

Alasan kedua, lanjutnya, yakni landasan spiritual, kami melihat ibunda Jokowi selalu mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan kesederhanaan pada Jokowi. Hal itu terlihat sampai saat ini Jokowi memimpin Indonesia dengan penuh kesederhanaan. "Hal itu juga selalu diajarkan oleh Ibunda saya saat kecil," jelas Darmizal.

Alasan kegita, masih menurut Darmizal, landasan empiris. Kita melihat kepentingan bangsa lebih besar dari pada kepentingn individu maupun kelompok.

"Pembangunan insfrastuktur yang jalankan saat SBY saat menjabat sebagai presiden selama 10 tahun sudah diteruskan oleh Jokowi. Jadi, kita menilai Jokowi harus menuntaskan pembangunan infrastuktur yang belum terlesaikan dengan cara memilih Jokowi kembali dalam Pilpres 2019 mendatang," ujarnya.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help