Pilpres 2019

Ditanya Soal Kriteria Cawapres‎, Prabowo: Memang Engga Salah Kalian Digaji Untuk Mancing

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengatakan penjajakan dan komunikasi dengan sejumlah partai politik

Ditanya Soal Kriteria Cawapres‎, Prabowo: Memang Engga Salah Kalian Digaji Untuk Mancing
Taufik Ismail/Tribunnews.com
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (16/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengatakan penjajakan dan komunikasi dengan sejumlah partai politik untuk menjalin koalisi dalam Pemilu Presiden 2019 masih terus dilakukan.

Menurutnya, penjajakan koalisi dilakukan untuk mencari yang‎ terbaik dalam pesta demokrasi mendatang.

"Kan ini proses demokrasi berjalan dengan baik. Komunikasi dengan semua pihak, mencari yang terbaik. Demokrasi yang baik, rakyat membutuhkan pilihan yang baik. Jadi ya kita jalankan aja yang terbaik. Yang terbaik untuk rakyat itu yang akan dilakukan," kata Prabowo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (16/5/2018) .

Baca: Bupati Rita Jalankan Salat Tarawih Perdana Bersama Delapan Tahanan Lain di Rutan KPK

Termasuk menurut Prabowo, penjajakan komunikasi untuk memilih Cawapres pendamping dirinya.

Ia mengatakan masih mengkaji masukan dari sejumlah tokoh untuk menentukan Cawapres yang cocok.

Namun, ketika ditanya bursa Cawapres yang sedang digodok partai Gerindra, Prabowo berseloroh jumlahnya mencapai 1000-an.

Baca: Masjid Agung Sunda Kelapa Dipadati Jemaah Pada Malam Pertama Tarawih

"Pengurucutan iya dari 250 juta orang, sudah mengerucut kira-kira ya 1000 orang lah," katanya.

Prabowo juga enggan menjawab ketika ditanya mengenai syarat atau latar belakang cawapres yang akan dipilihnya.

Baca: Kedubes Amerika Pindah Dari Tel Aviv ke Yerusalem, Jusuf Kalla Ungkap Hal Ini Soal Israel

‎Prabowo malah menyinggung wartawan yang selalu memancing pertanyaan.

"Ha..ha..ha... Memang engga salah kalian digaji untuk mancing," katanya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help