Bom di Surabaya

Kisah Wanita Pecinta Batik Asal Cirebon Korban Ledakan Bom Di Surabaya

"Beliau seolah tidak bisa lepas dari batik," kata seorang kerabatnya, Shirle Gunawan, kepada Tribun Jabar, Rabu (16/5/2018).

Kisah Wanita Pecinta Batik Asal Cirebon Korban Ledakan Bom Di Surabaya
TRIBUN JABAR/AHMAD IMAM BAEHAQI
Anak kedua Ciska korban di Surabaya, Melisa Sarasvati Surjadi, saat ditemui di Rumah Duka The Golden Gate, Jalan Brigjend Dharsono By Pass, Kota Cirebon, Selasa (15/5/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Jenazah Ciska Edi Handoko (56) telah disemayamkan di Rumah Duka The Golden Gate, Jalan Brigjend Dharsono By Pass, Kota Cirebon, sejak Selasa (15/5/2018) malam.

Semasa hidupnya, korban bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya, Minggu (13/5/2018), itu dikenal sangat mencintai batik.

Terutama batik motif mega mendung khas Cirebon.

Baca: Drama Penangkapan Tiga Terduga Teroris Di Tangerang Berlangsung Menegangkan, Begini Kronologinya

"Beliau seolah tidak bisa lepas dari batik," kata seorang kerabatnya, Shirle Gunawan, kepada Tribun Jabar, Rabu (16/5/2018).

Ia mengatakan, mendiang ibu tiga anak itu belajar membatik secara otodidak.

Bahkan, sejak muda Ciska sudah berkeliling ke sanggar-sanggar batik di Cirebon.

Ciska juga sempat membuka Oemah Batik Cirebon di kompleks Cirebon Waterland, Jalan Yos Sudarso, Kota Cirebon.

Baca: Stevanus Menitikan Air Mata Saat Melakukan Reka Adegan Membakar Mayat Calon Istrinya di Tangerang

Di toko yang dibuka bersama Legita Liem (56), kerabatnya yang juga menjadi korban dalam peristiwa nahas itu, Ciska menjajakan kain batik hasil karyanya.

Ia juga aktif mengikuti berbagai pameran di sejumlah kota di Indonesia.

Halaman
12
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help