Bom di Surabaya

Kopassus Ikut Buru Kelompok Teroris Usai Serangan Teror Surabaya-Riau

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) akhirnya turun tangan untuk menangani aksi terorisme di Indonesia.

Kopassus Ikut Buru Kelompok Teroris Usai Serangan Teror Surabaya-Riau
TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Dalam rangka memperingati HUT ke-66 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tahun 2018, Prajurit TNI Korp Baret Merah menggelar acara Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kopassus Tahun 2018 yang jatuh pada tanggal 16 April, bertempat di Aula Doktrin Pendidikan Kejuruan (Dodikjur) Rindam V/Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Minggu (22/4/2018). TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) akhirnya turun tangan untuk menangani aksi terorisme di Indonesia.

Kepala Staf Khusus Kepresidenan Moeldoko memastikan keberadaan Kopassus untuk menangani aksi terorisme ini berada di bawah kendali Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Kopassus ini berada langsung di bawah Panglima TNI," ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, telah meminta bantuan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk ikut melakukan operasi bersama penangkapan teroris setelah terjadi tiga ledakan bom di Surabaya.

"Tadi pagi saya sudah telepon Panglima TNI Marsekal Hadi. Saya minta: Pak Kalau bisa kita bergabung. Saya akan kirim dari Kopassus. Terimakasih..." kata Tito Karnavian dalam acara Indonesia Lawyer Club di TV One, Selasa (15/5/2018) semalam.

Tito berharap, mudah-mudahan teman-teman dari Kopassus sudah bergabung karena akan ada beberapa penangkapan yang akan kita lakukan.

"Jangan sampai peristiwa seperti surabaya, terjadi lagi. Kita akan tutup semua."

Untuk diketahui, Minggu (13/5/2018) di Surabaya, Tito juga mengatakan, "Saya sudah minta bapak Panglima TNI, beliau kirimkan kekuatan untuk lakukan operasi bersama melakukan penangkan sel-sel JAD dan JAT yang diduga akan melakukan aksi," kata Tito.

Menurut Tito, penindakan terhadap terduga terorisme akan terus dilakukan.

"Saya perintahkan lanjut, ndak boleh berhenti. Kalau berhenti kita kasih nafas mereka dan mereka akan bergerak lagi," kata Tito.

Halaman Berikutnya >>>

Editor: ade mayasanto
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help