Kasus Terorisme

Kesaksian Bripka Iwan Sarjana soal Insiden Mako Brimob: Rekannya Pilih Mati daripada Diinterogasi

Bripka Iwan Sarjana merupakan satu-satunya sandera yang selamat dalam insiden serangan napi teroris di Mako Brimob beberapa waktu lalu.

Kesaksian Bripka Iwan Sarjana soal Insiden Mako Brimob: Rekannya Pilih Mati daripada Diinterogasi
Alex Suban/Alex Suban
Anggota Brimob Mabes Polri berjaga di seputar Mako Brimob di Jalan Komjen M Jasin, Kelapa Dua, Cimanggis, Kota Depok, Kamis (10/5/2018) sore. Penjagaan dilakukan menyusul terjadinya penyanderaan di Rutan Salemba cabang Mako Brimob. (Warta Kota/Alex Suban) 

TribunWow.com/Lailatun Niqmah

TRIBUNNEWS.COM - Bripka Iwan Sarjana merupakan satu-satunya sandera yang selamat dalam insiden serangan napi teroris di Mako Brimob beberapa waktu lalu.

Dengan wajah dan tubuh dibalut perban, Bripka Iwan Sarjana memberikan kesaksian atas kekejian para napi teroris yang membunuh 5 orang rekan-rekannya.

Pantauan TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Bripka Iwan Sarjana melalui acara Indonesia Lawyers Club tvOne, Selasa (15/5/2018).

Terbaring di ranjang rumah sakit, Bripka Iwan Sarjana mengungkap hal yang ia alami selama menjadi sandera.

Bripka Iwan Sarjana mengaku jika saat itu matanya ditutup, tangan dan kakinya diikat oleh para napi teroris.

"Saat disandera, saya ditutup mata saya, tidak bisa melihat tidak bisa bergerak, kaki diikat, tangan diikat," kata Bripka Iwan.

Bripka Iwan kemudian mengatakan jika seorang teroris memberitahu jika rekannya, juniornya, yang disandera telah dieksekusi karena menolak diinterogasi.

Menurut Bripka Iwan, teroris tersebut berkata jika rekannya meminta ditembak mati daripada diinterogasi.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Editor: Mohamad Yoenus
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help