RUU Terorisme

DPR Akan Kebut Pembahasan Dua Opsi Definisi RUU Terorisme

"Kita minta agar pansus melanjutkan rapat pembahasan untuk memfinalisasi soal definisi terorisme yang sebetulnya sudah kita bahas,"

DPR Akan Kebut Pembahasan Dua Opsi Definisi RUU Terorisme
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Sekjen PPP Arsul Sani. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fraksi partai pendukung pemerintah sepakat untuk mengebut pembahasan revisi Undang Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme.

Anggota Pansus dari Fraksi PPP, Arsul Sani mengatakan pekan lalu fraksi yang tergabung dalam koalisi partai pendukung Pemerintah sepakat minggu pertama setelah masa sidang akan melanjutkan pembahasan RUU tersebut/

"Kita minta agar pansus melanjutkan rapat pembahasan untuk memfinalisasi soal definisi terorisme yang sebetulnya sudah kita bahas," ujar Arsul di Komplkes Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, (18/5/2018).

Arsul yakin fraksi di luar partai pemerintah juga akan senafas dalam pembahasan revisi UU terorisme.

Baca: Gerak Gerik Hingga Reaksi Aman Abdurrahman Saat Mengikuti Sidang Tuntutan

Karena dalam pembahasan sebelumnya tidak ada perbedaan substansi mengenai poin-poin revisi.

‎"Kami yakin teman-teman Gerindra, PKS, dan Demokrat yang kebetulan tidak ikut dalan pertemuan minggu lalu di kediaman pak Wiranto itu juga tidak akan kemudian katakanlah berbeda dengan kami. Karena memang tidak ada perbedaan substansi disitu, cuma perbedaan penempatan saja," katanya.

Adapun pembahasan yang dilakukan menurut Arsul tinggal masalah definisi terorisme saja.

Dalam pembahasan sebelumnya terdapat dua opsi mengenai definisi terorisme.

Baca: Menilik Rumah Kontrakan Terduga Teroris Di Cirebon, Sejumlah Pakaian Masih Menggantung

Opsi pertama yakni memasukan frasa motif politik, ideologi, dan ancaman negara di dalam pasal dan atau di dalam batang tubuh.

Serta, opsi ke dua memasukan frasa motif politik dan lainnya tersebut di dalam penjelasan umum UU terorisme tersebut.

"Tinggal itu aja sebetulnya, setelah itu disepakati tentu kami berharap ini bisa musyawarah mufakat," katanya.

Baca: Jadi Pelanggan, Pedagang Isi Ulang Air Galon Sebut Terduga Teroris Cirebon Belum Pernah Bicara

Halaman
12
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help