Kasus Terorisme

Korban Bom Thamrin Merasa Dana Ganti Rugi Tak Wajar

"Kompensasinya sangat tidak wajar. Karena itu, berdasarkan penilaian LPSK segala macam. Kita terima saja. Itu sangat tidak wajar,"

Korban Bom Thamrin Merasa Dana Ganti Rugi Tak Wajar
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus dugaan teror bom Thamrin, Aman Abdurrahman alias Oman Rochman. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 16 nama korban bom Thamrin dan Kampung Melayu, diajukan Jaksa Penuntut Umum kepada Majelis Hakim agar mendapat hak kompensasi dari negara.

Hak kompensasi dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anita dalam persidangan Aman Abdurrahman terdakwa teroris bom Thamrin.

Baca: Gerak Gerik Hingga Reaksi Aman Abdurrahman Saat Mengikuti Sidang Tuntutan

Ganti rugi tersebut dibebankan kepada Negara melalui Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Korban bom Thamrin, Ipda Denny Mahieu merasa, dana kompensasi tidak wajar.

Diketahui, bahwa dana kompensasi merupakan pengganti biaya pengobatan, harta benda yang mengalami kerusakan, dan potential loss.

Baca: DPR Akan Kebut Pembahasan Dua Opsi Definisi RUU Terorisme

Dana kompensasi dihitung oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.

"Kompensasinya sangat tidak wajar. Karena itu, berdasarkan penilaian LPSK segala macam. Kita terima saja. Itu sangat tidak wajar," ujar Denny di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

Akibat bom Thamrin, Denny mengalami luka di bagian kepala, kaki, bahkan hingga mengalami tuli.

Termasuk kerugian tak dapat beraktivitas karena harus menjalani perawatan.

Baca: Menilik Rumah Kontrakan Terduga Teroris Di Cirebon, Sejumlah Pakaian Masih Menggantung

Halaman
123
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help