Kementan Fokus Genjot Ekspor Komoditas Hortikultura

Sejak 2014, pemerintahan Jokowi-JK berkomitmen untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani

Kementan Fokus Genjot Ekspor Komoditas Hortikultura

Sejak tahun 2014, pemerintahan Jokowi-JK berkomitmen untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Kedaulatan pangan tentunya mampu mencukupi pasokan dari produksi sendiri, bukan dari impor.

Pada komoditas hortikultura, terhitung mulai tahun 2016 pemerintah telah mencatatkan hasil yang membanggakan. Misal, bawang merah mampu dipenuhi dari produksi sendiri bahkan surplus, dengan kata lain terjadi swasembada bahkan telah ekspor ke beberapa negara tetangga. Begitu pun kebutuhan cabai bisa dipenuhi sendiri juga.

Hingga dengan saat ini pun, pemerintah masih tetap konsisten menjaga komitmen untuk tidak membuka keran impor. Dorongan dari pihak-pihak yang menginginkan dibukanya impor benih bawang merah sedikitpun tidak membuat pemerintah bergeming. Komitmen tersebut dilandasi fakta produksi dalam negeri yang mencukupi serta semangat untuk melindungi petani.

Data BPS menyebutkan di tahun 2017, komoditas hortikultura yang ekspor naik tajam yakni bawang merah mencapai 7.750 ton atau naik 953,5 persen dibanding 2016 yang hanya 736 ton. Selanjutnya ekspor nanas mencapai 210.026 ton atau naik 51,75 persen dibanding 2016 hanya 138.400 ton, salak 966 ton, naik 3,04 persen dibanding 2016 yang hanya 938 ton.

Sejak 2015, Kementan giat mengembangkan kawasan cabai dan bawang merah di luar Jawa. Seperti di Solok, Tapin, Enrekang, Bima, Lombok Timur dan lainnya. Sehingga, pasokan di Luar Jawa tidak lagi tergantung dari sentra di Jawa. Hasilnya, mulai tahun 2016 pemerintah menyetop total impor bawang merah. Di mana pada tahun sebelumnya yakni 2015 pemerintah mencatat impor bawang merah sebesar 17.429 ton dan 74.903 ton pada 2014.

Prestasi ini menjadikan Indonesia mampu membalikkan keadaan dengan mengekspor bawang merah ke beberapa negara Asean. Pada bulan juli 2018 ini, pemerintah berencana akan ekspor bawang merah lagi lebih dari 1.000 ton.

Harus diketahui juga, sepanjang 2016 hingga saat ini, pemerintah menegaskan tidak pernah mengeluarkan rekomendasi ataupun izin impor bawang merah. Jika ditemukan bawang merah impor yang masuk ke pasar dalam negeri maka perlu dipastikan kebenaran komoditas, informasi dan legalitasnya. Bawang yang masih diperbolehkan masuk ke Indonesia adalah jenis bawang bombai sesuai dengan aturan yang berlaku serta standar mutu yang diratifikasi bersama dalam Asean Standard for Onion.

Tak kalah penting juga, di 2018 ini pun pemerintah berkomitmen untuk tidak impor cabai segar. Pemerintah malah sedang mendorong ekspor cabai dan sayuran lainnya ke beberapa negara tetangga. Untuk buah-buahan yang sedang didorong pengembangannya yakni komoditas jeruk, durian, dan lainnya sebagai substitusi impor dan kini pun sedang mendorong ekspor terutama manggis, salak, nanas dan produk hortikultura lainnya yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Ekspor manggis 2017 mencapai 9.190 ton, pisang 18.193 ton dan durian 240 ton. Ke depan, akan didorong lebih tinggi lagi volumenya.

Fakta tersebut semakin meyakinkan publik bahwa kebutuhan dalam negeri benar-benar telah mampu tercukupi dengan harga yang wajar, bahkan di beberapa sentra harganya cenderung turun karena melimpahnya pasokan. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved