Kasus First Travel

Sam Aliano Ikut Komentari Hukuman Bos First Travel

Dia menyayangkan keputusan hakim yang dinilainya tak setimpal dengan hasil perbuatan pasangan suami-istri tersebut.

Sam Aliano Ikut Komentari Hukuman Bos First Travel
Wahyu Aji/Tribunnews.com
Sam Aliano 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus penipuan jamaah umrah First Travel yang berujung pada vonis hukuman 20 tahun penjara atas Andika dan 18 tahun atas Annisa Hasibuan menjadi sorotan. Salah satunya pengusaha berdarah Turki yang berniat jadi calon presiden, Sam Aliano.

Dia menyayangkan keputusan hakim yang dinilainya tak setimpal dengan hasil perbuatan pasangan suami-istri tersebut. 

Baca: Mau Ngemil Malam-malam Tanpa Takut Merasa Bersalah? 5 Makanan Ini Solusinya

 "Saya prihatin dengan apa yang mereka lakukan kepada masyarakat. Ada 66 ribu korban penipuan, mereka hanya berpenghasilan pas-pasan. Susah mereka kumpulkan uang selama bertahun-tahun," kata Sam, Kamis (31/5/2018) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Terlebih lagi uang yang bernilai triliunan itu tidak dikembalikan kepada korban penipuan tersebut. Sam menganggap Andika dan Annisa layak dihukum mati.

"Dengan mudah hakim menjatuhkan hukuman ringan, sementara uang (jamaah) tidak dikembalikan. Pelaku kejahatan massal kelas tinggi seperti ini selayaknya dapat hukuman mati atau penjara seumur hidup", ujar Sam lagi. 

Seperti diketahui, sidang pembacaan vonis yang digelar di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat hari Rabu, 30 Mei 2018 itu menjatuhkan hukuman penjara masing-masing 20 tahun dan 18 tahun kepada kedua pemilik biro perjalanan tersebut.

Hukuman ini lebih ringan dengan tuntutan jaksa yang dibacakan beberapa waktu sebelumnya. Maka dari itu, Sam ingin memberikan umrah gratis kepada masyarakat yang tidak mampu. 

"Pelaku bisa saja mainkan uang yang hampir Rp 1 triliun jumlahnya yang dia curi dari rakyat. Bisa saja dia atur supaya hukuman diperpendek, apalagi ada potongan remisi. Kemudian mereka bebas dan beraksi kembali," tutur Sam.

"Itulah mengapa saya ingin memberikan umrah gratis kepada masyarakat yang tak mampu, supaya mereka terhindar dari aksi jahat penipuan serupa," katanya.

"Saya juga sedang membuat sistem untuk pendaftaran umrah gratis. Nantinya aplikasi ini akan diluncurkan untuk mempermudah masyarakat," ujar Sam lagi.

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved