Suap di Pengadilan

Anggota DPR RI Aditya Moha Divonis Empat Tahun Penjara

Sesuai amar putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Mas'ud, diputuskan menjatuhi hukuman empat tahun

Anggota DPR RI Aditya Moha Divonis Empat Tahun Penjara
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Aditya Anugrah Moha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Anggota DPR RI Aditya Anugrah Moha, terdakwa kasus dugaan suap pada mantan Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sudiwardono, hari ini, Rabu (6/6/2018) menjalani sidang vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Sesuai amar putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Mas'ud, diputuskan menjatuhi hukuman empat tahun penjara kepada Aditya Moha.

Vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim ini lebih ringan dua tahun ‎dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menjatuhinya dengan pidana enam tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan.

"Menimbang, mengadili dan memutuskan secara sah dan meyakinkan sesuai dakwaan pertama ke satu dan kedua. Menjatuhkan pidana ke Aditya Moha, pidana selama empat tahun penjara dan denda Rp 150 juta. Apabila tidak dibayar, diganti kurungan selama dua bulan penjara," ungkap ‎Hakim, Mas'ud.

Usai membacakan putusan, hakim Mas'ud memberikan kesempatan pada Aditya Moha ‎untuk berkonsultasi dengan kubu kuasa hukumnya apakah menerima putusan tersebut atau tidak.

Aditya Moha yang menggunakan batik lengan panjang ini langsung bangun dari kursi terdakwa, menghampiri kubu kuasa hukum. Mereka sempat berdiskusi selama beberapa menit.

"Bismilah, ‎Pertama saya pribadi dan keluarga banyak mengucapkan terima kasih karena proses persidangan berjalan baik dan lancar. Atas keputusan ini, saya bismilah, hasil diskusi dengan kuasa hukum, ada istri dan keluarga besar saya. Saya melakukan ini demi ibu saya, apapun konsekuensinya saya bersedia dihukum sesuai putusan demi harkat ibu saya. Apapun keputusan hakim saya menerima sebagai seorang anak," jawab Aditya Moha.

Lanjut atas putusan hakim, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan pikir-pikir.

Oleh jaksa, Aditya Moha dinilai terbukti menyuap Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sudiwardono total SGD 110.000 guna membebaskan ibundanya, Marlina Moha dari jeratan hukum agar divonis bebas dan tidak ditahan.

Marlina Moha adalah terdakwa perkara korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara tahun 2010‎.

Oleh Pengadilan Tipikor pada pengadilan Negeri Manado, Marlina sudah divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidair pidana kurungan dua bulan dan membayar uang pengganti.

Atas putusan itu, Marlina mengajukan banding ke PT Manado lanjut Aditya Moha menyuap Ketua PT Manado, Sudiwardono untuk mempengaruhi putusan.

Aditya Moha dinilai terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a dan Pasal 6 ayat 1 huruf a UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU ‎nomor 20 tahun 200w tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved