Viral! Mbah Suparni 117 Tahun Dari Desa Sadang Tidak Ingin Kaya, Beri Nasehat Kesederhanaan

Saya berusia 117 tahun, dan mata saya tak masalah, makan biasa walau terkadang 5 hari baru makan

Viral! Mbah Suparni 117 Tahun Dari Desa Sadang Tidak Ingin Kaya, Beri Nasehat Kesederhanaan
Richard Susilo
Mbah Suparni 117 Tahun Dari Desa Sadang Kecamatan Nanggulan Kabupaten Kulon Progo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo 

TRIBUNNEWS.COM,  JAKARTA -   Sebuah video berseliweran di media sosial menjadi viral mengenai nasehat kesederhanaan mbak Suparni berusia 117 tahun dari Desa Sadang Kecamatan Nanggulan Kabupaten Kulon Progo.

"Saya berusia 117 tahun, dan mata saya tak masalah, makan biasa walau terkadang 5 hari baru makan. Biasa saja, perut juga tidak banyak tingkah," ungkapnya.

Mbah Suparni tidak ingin kaya raya dalam bahasa Jawanya bercerita.

 "Saya tidak ingin kaya yang penting diberi kewarasan (sehat lahir bathin) dan  keselamatan. Saya sudah anggap kaya," tekannya lagi.

Walaupun kaya, tambahnya,  tetapi sakit-sakitan ya percuma saja.

"Orang hidup di dunia hanya satu kali. Asal tidak sinting (pekok), pikirannya dibuat encer. Walaupun tidak punya apa-apa tetapi kalau diberikan waras selamet, maka akan bisa berpakaian sepantasnya dan selayaknya, bisa hidup sesuai kewajaran. Betul tidak?" tekannya lagi.

Tapi kalau orang itu sinting, ungkapya lebih lanjut,  maka temannya adalah setan.

 "Jika orang itu tidak pekok (sinting) maka setan tidak akan doyan."

Itulah kunci kehidupan, tambahnya, "Asalkan orang hidup di dunia asal tidak pekok (sinting), maka pikiran menjadi mudah (gampang)."

Mbah Suparni juga kembali mengatakan, "Walau tidak punya asal diberi kewarasan dan keselamatan , maka dia akan bisa memenuhi kebutuhan pakaian dan makanan, bisa hidup menetapi kelumrahan."

Gusti Allah, tekannya, pasti memberikan rejeki.

"Sedikit atau banyak setiap hari pasti diberi rejeki oleh Gusti Allah. Hanya manusia yang masih kurang mampu menerima dan selalu merasa berkekurangan, betul kan?" 

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help