Kerja Sama Kadin-Jetro Sukses Menarik UKM Jepang ke Indonesia

Kadin telah membuat business matching desk di mana UKM Jepang dapat dengan mudah mengontak Indonesia dan mencari rekanan.

Kerja Sama Kadin-Jetro Sukses Menarik UKM Jepang ke Indonesia
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Shinta Widjaja Kamdani Wakil Kedua Kadin Indonesia 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Upaya Indonesia meningkatkan roda perekonomian antara lain dengan peningkatan investasi asing masuk ke Indonesia termasuk peningkatan infrastruktur dan sebagainya.

Satu lagi perhatian kepada kalangan pengusaha kecil dan menengah (UKM).

"Kadin telah berhasil kerja sama dengan Jetro (Badan Perdagangan Luar Negeri Jepang) untuk menarik masuk para UKM Jepang ke Indonesia dan ternyata berhasil dilakukan dengan baik," kata Shinta Widjaja Kamdani, Wakil Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia kepada Tribunnews.com, Selasa (12/6/2018).

Kadin menurutnya, telah membuat business matching desk di mana UKM Jepang dapat dengan mudah mengontak Indonesia dan mencari rekanan yang mungkin bisa cocok dengan usahanya di Jepang, sehingga bisa menjadi rekanan dan investasi di Indonesia dengan cepat dan baik.

"Saat ini banyak sekali supporting teknologi atau new technology Jepang masuk ke Indonesia. Misalnya untuk bio mass energy terutama daur ulang sampah menjadi energy mulai memasuki Indonesia," kata dia.

Baca: Hendika Tewas Dikubur Hidup-hidup oleh Temannya, Sepeda Motor dan Ponsel Dibawa Kabur

Bukan hanya itu saja, banyak perusahaan UKM Jepang memang mulai tertarik memasuki Indonesia yang dipercaya memiliki kestabilan politik yang baik saat ini.

Indonesia juga mengikuti RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) agar bisa ikut berkompetisi dengan baik di pasar global.

"Daya saing sampai kini memang masih kurang karena masih belum banyak melakukan perjanjian dengan negara lain atau kelompok lain. Kita agak kalah dari Vietnam," katanya.

Shinta mencontohkan Vietnam sudah kerja sama dengan pihak Eropa (EU) sehingga tarif bisa lebih murah daripada Indonesia apabila melakukan ekspor ke EU.

"Semua itu menyangkut hal-hal daya saing dan memang merupakan dilema bagi Indonesia agar bisa percepat perdagangan bebasnya supaya dapat berkompetisi dengan negara lain dengan lebih baik lagi," ujar dia.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help