Dikritik Raja Juli Antoni, Fadli Zon Berkicau: Anda Urus Partai Sendiri Saja

Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk memikirkan dirinya sendiri

Dikritik Raja Juli Antoni, Fadli Zon Berkicau: Anda Urus Partai Sendiri Saja
Kolase/TribunWow.com
Fadli Zon dan Raja J Antoni 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk memikirkan dirinya sendiri. Pernyataan ini disampaikan untuk menanggapi kritik dari Wasekjen PSI Raja Juli Antoni.

Sebelumnya, Toni menyarankan Fadli fokus mendukung Ketum Gerindra lebih baik, daripada menyibukkan diri mengurus pasangan Jokowi.

Baca: Erick Thohir bilang Korea Utara Khusus Minta Tambah Jatah Ofisial di Asian Games 2018

Sikap Fadli ini dinilai kontraproduktif dengan keinginan Gerindra untuk mengajukan Prabowo di 2019 nanti.

"Anda urus partai sendiri aja, belum tentu lolos PT. Demokrasi memang berat, perlu sabar, dedikasi, kerja keras dan keberpihakan pada rakyat bukan cukong," tulis Fadli Zon melalui media twitter, Kamis (21/6/2018).

Menanggapi pernyataan tersebut, Sekjen PSI memastikan partainya akan lolos Presidential Treshold. Namun, dia mengingatkan membangun diskursus politik yang beradab juga menjadi kewajibannya.

"Tentu saya urus partai saya, InsyaAllah 4 persen tidak sulit dicapai dengan kerja keras. Sambil ngurus partai kewajiban saya membangun diskursus politik yang beradab. Politik jujur bukan nyinyir dan asbun seperti yang kerap anda lakukan, " tegasnya.

Untuk diketahui, Fadli Zon meminta Presiden Joko Widodo mengumumkan cawapresnya. Toni menilai, Fadli tak seharusnya menuntut hal tersebut.

"Menurut saya Fadli Zon tidak perlu nyinyir dan menyibukkan diri mengurus proses pencalonan Pak Jokowi dan cawapresnya. Fadli Zon lebih baik fokus menggenapkan persyaratan pencapresan Prabowo," katanya.

Dia meminta Fadli tak perlu khawatir soal cawapres Jokowi. Sebab partai-partai pendukung inkumben itu terus berkoordinasi dan berkomunikasi. Prinsipnya, kata dia, sudah ada common plarfom, atau titik temu antar-partai untuk menjadikan Pak Jokowi sebagai presiden lima tahun ke depan.

"Ujungnya, Pak Jokowi jadi presiden, siapa pun wapresnya," katanya.

Terakhir, ia juga menegaskan supaya Fadli Zon memikirkan tentang pencalonan Prabowo. Sebab sampai saat ini, belum ada partai selain Gerindra, yang secara tegas mendukung mantan Danjen Kopassus itu.

"Fadli Zon tidak perlu sibuk urus Pak Jokowi, urus saja Pak Prabowo yang terancam tidak bisa menjadi capres, karena belum memenuhi syarat minimal undang-undang," tandasnya.

Baca: Menang di Balapan Dunia, Galang Hendra Pratama Dipuji Valentino Rossi dan Diapresiasi Menpora

Seperti diketahui, pada Minggu, 17 Juni 2018, Fadli Zon sempat menyinggung cawapres Jokowi. Ia meminta inkumben mengumumkan cawapres secepatnya.

"Kalau incumbent itu punya kepercayaan diri, umumkanlah dari sekarang. Jangan wacana-wacana mulu," kata Fadli.

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help