Saling Balas Kritikan, Ini Kata PSI kepada Fadli Zon

Sekjen PSI Raja Juli Antoni atau yang akrab disapa Toni kemudian menyarankan Fadli lebih baik fokus mendukung Ketum Gerindra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saling kritik terjadi antara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Hal ini terjadi diawali dengan Fadli yang menuntut Presiden Jokowi segera mengumumkan cawapresnya untuk Pilpres 2019 mendatang.

Sekjen PSI Raja Juli Antoni atau yang akrab disapa Toni kemudian menyarankan Fadli lebih baik fokus mendukung Ketum Gerindra, daripada mengurus pasangan Jokowi.

Sikap Fadli ini dinilai kontraproduktif dengan keinginan Gerindra untuk mengajukan Prabowo di 2019 nanti.

Fadli pun membalas kembali melalui akun Twitter-nya. Ia meminta PSI untuk memikirkan dirinya sendiri.

"Anda urus partai sendiri aja, belum tentu lolos PT (Presidential Treshold). Demokrasi memang berat, perlu sabar, dedikasi, kerja keras dan keberpihakan pada rakyat bukan cukong," tulis Fadli Zon melalui akun Twitter-nya, Kamis (21/6/2018).

Seolah tak berhenti, Toni kembali menanggapi pernyataan tersebut. Ia memastikan partainya akan lolos Presidential Treshold.

Namun, ia mengingatkan membangun diskursus politik yang beradab juga menjadi kewajibannya.

"Tentu saya urus partai saya, Insya Allah 4 persen tidak sulit dicapai dengan kerja keras. Sambil ngurus partai kewajiban saya membangun diskursus politik yang beradab. Politik jujur bukan nyinyir dan asbun (asal bunyi) seperti yang kerap anda lakukan, " kata Toni.

Selain itu, Toni menilai, Fadli tak seharusnya menuntut Jokowi mengumumkan cawapresnya.

"Menurut saya Fadli Zon tidak perlu nyinyir dan menyibukkan diri mengurus proses pencalonan Pak Jokowi dan cawapresnya. Fadli Zon lebih baik fokus menggenapkan persyaratan pencapresan Prabowo," katanya.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help