World Bank Pinjami Indonesia 400 Juta Dolar AS untuk Tangani Masalah Stunting

Pinjaman ini digunakan untuk membantu Indonesia menangani masalah stunting atau kekerdilan.

World Bank Pinjami Indonesia 400 Juta Dolar AS untuk Tangani Masalah Stunting
Tribunnews.com/Rina Ayu
Presiden Wolrd Bank Jim Yong Kim (tengah) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Kordinator Kemaritiman Luhut B.Panjaitan mengatakan World Bank atau Bank Dunia memberikan pinjaman lunak atau soft loan kepada Indonesia sebesar 400USD atau sekitar Rp 46T.

Pinjaman ini digunakan untuk membantu Indonesia menangani masalah stunting atau kekerdilan.

Baca: Fellaini Berpeluang Besar Jadi Starter Saat Belgia Hadapi Brasil

"Bantuan 400 juta USD dari World Bank, sementara yang kita sendiri 46 triliun in direct untuk masalah ini (stunting)," kata Luhut di kantor wakil presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018).

Ketua Tim Ahli Wapres Sofyan Wanandi menuturkan dana sebesar 400USD akan dialokasikan ke Kementerian terkait, melalui APBN.

"Kita mulai 100 kabupaten tahun ini. tahun depan 160 kabupaten. Setelah itu kita seluruh Indonesia," tutur Sofyan.

Ia menerangkan Indonesia ditunjuk sebagai pilot project lantaran penduduk Indonesia yang sangat besar.

"Kalau yang besar bisa diselesaikan, yang kecil-kecil gampang. Ini jadi suatu contoh suksesnya bank dunia juga Indonesia harus sukses menjadi pilot project World Bank menyelesaikan masalah kemiskinan dan stunting," terang Sofyan.

Sementara itu ditempat yang sama, Presiden World Bank Jim Yong Kim, mengapresiasi langkah Indonesia itu.

"Jadi kami (World Bank) amat berkomitmen pada persoalan ini juga, kami juga akan mencari berbagai teknologi untuk membantu mengatasi persoalan ini (stunting) dan indonesia bermaksud, kami menjadikan Indonesia sebagai suatu contoh bagi dunia, bagaimana persoalan semacam ini dapat diatasi. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada bapak wakil presiden yang visioner," tutur Kim.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved