OTT KPK di Aceh

Setelah Jalani Pemeriksaan Perdana di KPK, Irwandi Beberkan Jasa-jasanya

Ditemui usai pemeriksaan, Irwandi membeberkan beberapa jasanya yang telah dia perbuat untuk Republik ini.

Setelah Jalani Pemeriksaan Perdana di KPK, Irwandi Beberkan Jasa-jasanya
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada hari ini, Jumat (6/7/2018), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan perdana terhadap Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

Ditemui usai pemeriksaan, Irwandi membeberkan beberapa jasanya yang telah dia perbuat untuk Republik ini.

"Saya hanya mau memberi pernyataan bahwa sebetulnya damainya Aceh dengan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), saham saya besar di situ. Saya ikut mendamaikan, ikut mengumpulkan senjata, ikut berunding, dan akhirnya seperti sekarang," beber Irwandi di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Kemudian, Irwandi menambahkan, dirinya juga berjasa dalam mengamankan Indonesia dari gempuran teroris.

"Masih ingat tahun 2010? Ada teroris yang masuk ke Aceh dan men-set-up pelatihan di Aceh, di Jalin Jantho. Itu informasi ke polisinya pertama sekali masuk dari saya. Dan informasi lanjutan juga dari saya," tuturnya.

"Maka teroris di sana enggak bisa beraktivitas dan ke lapangan pun saya ikut. Ada begitu banyak hal yang saya lakukan untuk kebaikan negeri ini," ungkap Irwandi dengan bangga.

Namun, Irwandi tidak menuntut kepada Indonesia atas semua jasa-jasanya yang telah dia lakukan tersebut.

"Saya enggak minta bantuan balas jasa, memang kewajiban warga negara untuk bekerja untuk negaranya Indonesia. Tapi yang saya katakan tadi bahwa saya bukan rakyat biasa bukan warga biasa, saya berjasa, saya enggak minta balas jasa," ujar Irwandi.

Diketahui, KPK telah menetapkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf; Bupati Bener Meriah, Ahmadi; dan 2 orang dari swasta Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri sebagai tersangka setelah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (3/7/2018) kemarin.

Ahmadi diduga menyuap Irwandi Yusuf serta Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri sejumlah Rp 500 juta.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help