Din Syamsuddin Ragukan Hasil Penelitian yang Menyebut 41 Masjid Terpapar Radikalisme

"Saya ragukan hasil survei atau penelitian itu ya, saya belum tahu metodologinya, apalagi jika dikaitkan dengan lembaga dan institusi pemerintah,"

Din Syamsuddin Ragukan Hasil Penelitian yang Menyebut 41 Masjid Terpapar Radikalisme
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP DKAAP), Din Syamsuddin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎‎Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin ‎meragukan hasil penelitian yang menyebut 41 masjid institusi pemerintahan telah terapapar paham radikal.

Baca: Ditjen PAS: Ahok Belum Dipastikan Akan Bebas Bersyarat Pada Bulan Agustus

"Saya ragukan hasil survei atau penelitian itu ya, saya belum tahu metodologinya, apalagi jika dikaitkan dengan lembaga dan institusi pemerintah," ujar Din di komplek Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Menurut Din, jika ada masjid tertentu dan penceramahnya sering berkata keras, maka boleh jadi hal tersebut dapat dimaklumi.

Namun, jika berbicara institusi, satu masjid mengembangkan ideologi radikalisme, maka hal tersebut perlu diragukan.

Baca: Pejabat Kemendagri Didakwa Rugikan Keuangan Negara Rp 34 Miliar Dalam Proyek Pembangunan IPDN

"Sebaiknya hal-hal seperti ini harus benar-benar clear dengan bukti, fakta. Karena seperti ini sangat sentisif, bisa menimbulkan ketersinggungan di kalangan umat Islam," ucap Din.

Dirinya pun menyampaikan pesan kepada lembaga tersebut agar berhati-hati dalam mengeluarkan hasil survei atau penelitiannya tanpa adanya bukti yang kuat, terlebih yang diteliti hanya rumah ibadah umat Islam.

Baca: Demokrat: TGB Offside, Sanksinya Teguran Ringan

"Kalangan umat Islam itu sering curhat, kenapa hanya masjid yang diteliti, kenapa hanya rumah ibadah orang Islam yang dinyatakan radikal, sementara yang lain tidak, hal-hal seperti inilah yang harus dijaga," ujar Din.

Penelitian yang menyatakan 41 masjid terindikasi radikal, kata Din, sudah dibantah Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia yang juga merupakan Wakapolri Komjen Pol Syafruddin.

"‎Beliau memiliki data-data intelijen yang sudah membantah hal itu, saya sudah bersepakat dengan beliau itu, sebaiknya hal ini tidak perlu dikembangkan, disebarluaskan. Hanya menimbulkan kecemasan dan ketegangan yang tidak perlu," kata Din.

Baca: Gubernur Sumatera Selatan Terpilih Targetkan 60 Persen Suara Untuk Menangkan Jokowi

Diketahui, ‎penelitian yang dilakukan Lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) dan Rumah Kebangsaan, menemukan sebanyak 41 masjid yang ada di kantor pemerintahan, lembaga negara, dan kantor BUMN di Jakarta terindikasi terpapar radikalisme.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved