Jusuf Kalla Terima Kunjungan Kehormatan Wakil Presiden Iran

Khususnya permintaan dukungan Iran kepada Indonesia atas perkembangan kesepakatan nuklir Iran atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Jusuf Kalla Terima Kunjungan Kehormatan Wakil Presiden Iran
Setwapres.Id
Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Wakil Presiden Iran urusan Perempuan dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan kehormatan dari Wakil Presiden Iran urusan Perempuan dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar, di Kantor Wapres RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018).

Pertemuan kedua wakil presiden tersebut secara umum membahas penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Iran.

Khususnya permintaan dukungan Iran kepada Indonesia atas perkembangan kesepakatan nuklir Iran atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Baca: Survei KedaiKOPI: Susi Pudjiastuti Tokoh Perempuan Paling Diminati Publik Jadi Peserta Pilpres 2019

"Saya datang sebagai utusan khusus Presiden Republik Islam Iran, Presiden rouhani, untuk menyampaikan pesan Presiden Rouhani untuk Presiden Jokowi dan juga untuk menyampaikan posisi kami terkait perkembangan terakhir soal kesepakatan nuklir dunia, khususnya penarikan diri AS," kata Masoumeh Ebtekar.

Selain itu, dua pemimpin tersebut membahas perdagangan, ekonomi, politik, sosial dan ilmu pengetahuan, bahkan isu-isu terkait perempuan.

Baca: Komentari Pendapat Cawapres Jokowi Adalah Prabowo, Fahri Hamzah: Saya Mengundurkan Diri

"Kita telah bertemu sebelumnya dan kini ketemu lagi dengan Menteri PPA dan kita juga punya MoU yang sedang berjalan, menteri PPA akan hadir di konferensi internasional di Iran," katanya.

Sebelumnya, Presiden Iran Rouhani mengancam mengurangi kerja sama dengan badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa, akibat keluarnya Amerika Serikat dari kesepakatan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Baca: SDA Puas dengan Kesaksian Jusuf Kalla

"Kegiatan nuklir Iran selalu diarahkan untuk tujuan damai, tapi Iran lah yang akan memutuskan soal tingkat kerja sama yang akan diberikannya dengan IAEA," kata Rouhani seperti dikutip dari kantor berita negara Iran, IRNA.

Rouhani mengatakan jika Iran tidak terus mendapat keuntungan dari kesepakatan nuklir setelah AS mundur dari kesepakatan tersebut, pihaknya akan membuat keputusan baru.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help