Pilpres 2019

Mahfud MD Memiliki Akseptabilitas Tinggi untuk Menjadi Cawapres Jokowi

Sejumlah nama santer disebutkan menjadi calon kuat pendamping Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019.

Mahfud MD Memiliki Akseptabilitas Tinggi untuk Menjadi Cawapres Jokowi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah nama santer disebutkan menjadi calon kuat pendamping Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019.

Kurang lebih 10 nama masuk daftar pendek Cawapres Jokowi untuk kemudian dibahas dan dimatangkan dengan partai pendukung.

Direktur eksekutif Charta Politica, Yunarto Wijaya menyampaikan, ada empat nama yang dianggap potensial menjadi cawapres Jokowi.

Baca: Suryadharma Ali Pasrah Kain Kiswah Miliknya Dilelang KPK

Diantaranya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur NTB TGB Zainul Majdi, dan mantan Menko Perekonomian Chairul Tanjung. Dari nama tersebut menurut Yunarto, Mahfud MD memiliki akseptabilitas yang tinggi atau lebih mudah diterima semua pihak.

Selain itu, Mahfud dinilai mampu mendapatkan dukungan kaum Nahdliyin, karena memiliki latar belakang Nahdatlul Ulama.

Baca: Jusuf Kalla Terima Kunjungan Kehormatan Wakil Presiden Iran

“Untuk saat ini, saya menilai baru Pak Mahfud MD yang akseptabilitasnya paling tinggi dibanding figur lain seperti TGB atau Chairul Tanjung. Cawapres ideal untuk Jokowi ada di Mahfud MD,” kata Yunarto, saat dihubungi Rabu (11/7/2018). Dibanding nama lainnya, menurut Yunarto Mahfud MD memiliki cukup pengalaman.

Ia pernah menjabat di lembaga eksekutif, legislatif, maupun Yudikatif. Mahfud juga sampai saat ini bersih dari kasus pelanggaran hukum.

"Gayanya berani dan tegas. Karakternya sama dengan wakil-wakil Pak Jokowi yang berani,” katanya.

Baca: Sikapi Pernyataan Ustaz Abdul Somad, Politikus PDIP: Siapa Pun Bisa Berubah, Termasuk Habib Rizieq

Hal tersebut berbeda dengan TGB.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut relatif sulit menjadi Cawapres Jokowi karena merupakan kader Demokrat yang hingga kini belum menentukan arah koalisi dalam Pilpres 2019.

Hal yang sama juga melekat juga pada Chaerul Tanjung yang pernah menjabat menteri di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) .

Selain itu, Yunarto mengatakan bahwa Jokowi saat ini memiliki daya tawar lebih tinggi saat menentukan cawapresnya dengan partai pendukung, termasuk PDIP.

Gaya Jokowi sangat luwes dalam menentukan Cawapres.

"Jokowi memiliki ruang gerak luas, gaya politik luwes, enggak meninggalkan komitmen, tapi enggak mau dirantai kakinya. Isu yang bilang Jokowi enggak harmonis dengan Megawati sudah terbantahkan. Dalam posisi ini Jokowi punya bargain lebih tinggi,” katanya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved