Curhat Mantan Pecandu Narkoba Curhat ke Wiranto dan Kepala BNN

Mantan pecandu narkotika dan obat-obatan menceritakan pengalaman mereka terjerat obat-obatan terlarang kepada Wiranto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan pecandu narkotika dan obat-obatan menceritakan pengalaman mereka terjerat obat-obatan terlarang kepada Menko Polhukam Wiranto dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Heru Winarko.

Badan Narkotika Nasional merayakan puncak Hari Anti Narkotika Internasional 2018 di Balai Besar Rehabilitasi, Lido, Bogor, Kamis (12/7/2018).

Wiranto dan Heru yang hadir pada acara itu, sempat berdialog dengan mantan pecandu narkotika yang tengah menjalani rehabilitasi.

Seorang pria bernama Adam bercerita saat menjadi seorang pecandu. Ia yang mengenakan kemeja putih, mengaku dibuat tak berdaya oleh zat adiktif tersebut.

"Saya tak berdaya terhadap zat itu," kata Adam bercerita di depan Wiranto dan Heru.

Adam sempat terkapar lemas, hingga meminta bantuan keluarganya untuk menjalani rehabilitasi di Balai Besar Rehabilitasi, Lido, Bogor.

"Di sini banyak pembelajaran yang saya dapatkan atau konsep hidup yang benar. Salah satunya saya lebih bertanggungjawab," katanya.

Duduk di samping Adam, yakni Hendra, mengaku menyesal pernah kecanduan narkoba. Pria asal Aceh ini, mengatakan, narkoba membuatnya tak peduli dengan keluarga.

"Narkoba membuat keluarga saya terbengkalai," ucapnya.

Rehabilitasi membuat hidup para mantan pecandu lebih baik. Diakui oleh Malvin, warga Ambon yang tengah menjalani rehabilitasi di Balai Rehabilitasi Baddoka, Makassar.

"Awalnya saya tidak bisa mengendalikan kecanduan. Sekarang hidup normal, usai menjalani rehabilitasi," tuturnya.

Wiranto berpesan kepada para mantan pecandu narkoba agar menyampaikan hasil menjalani rehabilitasi. Pesan positif diharapkan bisa mendorong mereka, para pecandu narkoba untuk menjalani rehabilitasi.

"Pesan saya tidak hanya dinikmati sendiri hasil rehabilitasi disampaikan ke teman-teman untuk masuk ke rehab dan sadar seperti Anda," ucap Wiranto.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help