Tanggapan Jaksa Agung Atas Tertangkapnya Buron Kasus Korupsi Commercial Paper Hutama Karya

Thamrin dipidana 2001 lalu dan berhasil menyelewengkan uang negara senilai Rp 1,05 triliun dan US$ 471 juta.

Tanggapan Jaksa Agung Atas Tertangkapnya Buron Kasus Korupsi Commercial Paper Hutama Karya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Jaksa Agung M Prasetyo (kedua kanan) keluar ruangan didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kiri) usai penandatanganan Eksekusi Barang Rampasan di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (16/3/2016). Kejaksaan Agung akan mengeksekusi barang rampasan berupa Jalan Tol Lingkar Luar Seksi Pondok Pinang-Jagorawi (JORR"S") berdasarkan putusan MA No:720K/Pid/2001 atas nama Thamrin Tanjung. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Reporter Kontan, Andi M Arief 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Kejaksaan Agung mengapresiasi penangkapan Thamrin Tanjung, tersangka buron kasus korupsi Commercial Paper-Medium Term Note (CP-MTN) PT Hutama Karya senilai Rp 1,05 triliun dan US$ 471 juta.

"Bagus itu. Saya berikan apresiasi. Ini suatu bukti bahwa kita tidak pernah mendiamkan (sebuah kasus)," kata Jaksa Agung Muhammad Prasetyo.

Prasetyo menuturkan, terpidana dari perkara yang diputus pada 2001 silam ini sangat lihai.

Menurutnya, dari dua orang terpidana, seorang sudah meninggal dan yang lainnya baru saja ditangkap. Melalui penangkapan ini, lanjut Prasetyo, kejaksaan menyelamatkan uang hampir Rp 1,2 triliun dan dimasukkan ke kas negara.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Jakarta Pusat dan Tim Intelijen Kejaksaan Agung telah menangkap terpidana kasus korupsi penerbitan CP-MTN, Thamrin Tanjung.

Baca: Nasdem Yakin Jokowi Menang di Pilpres 2019, Syaratnya Harus Duet dengan Mahfud MD

Baca: Varian Terbaru Mitsubishi Xpander Siap Meluncur di GIIAS 2018

Thamrin dipidana 2001 lalu dan berhasil menyelewengkan uang negara senilai Rp 1,05 triliun dan US$ 471 juta.

Dasar eksekusi Thamrin adalah Putusan MA Nomor : 720K/Pid/2001 Tanggal 11 Oktober 2001. Thamrin divonis dua tahun penjara dan denda Rp 25 juta subsider 6 bulan penjara.

Thamrin juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp 8 miliar.

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help