Paradiso Bondowoso

Salah satu kabupaten tertinggal di Indonesia ini memiliki potensi produk unggulan yang patut diacungi jempol loh.

Paradiso Bondowoso

Salah satu kabupaten tertinggal di Indonesia ini memiliki potensi produk unggulan yang patut diacungi jempol loh. Seperti tag line ‘Paradiso Bondowoso’, kata paradiso yang berarti surga, menjadi gambaran yang tepat bagi kalian yang ingin mencicipi hasil produk unggulan Bondowoso.

Mau tau apa saja produk unggulan Bondowoso?

Pisang Bondowoso

kemendes

Limbah dan pelepah pisang Bondowoso dapat dijadikan kerajinan loh. Contohnya tempat pensil, hiasan berbagai bentuk hewan dan publik figur, dan lain-lain. Two thumbs up!

Kopi Bondowoso

kemendes

Tahun 2016 Ditjen PDT memberikan bantuan kepada para petani kopi di Bondowoso beruba beberapa jenis mesin pengolah kopi untuk meningkatkan penghasilan petani kopi di Bondowoso.

Tape Bondowoso

kemendes

Pernah ngebayangin bakar 1000 tape di satu waktu? Bondowoso made it! Tahun 2013 lalu, Bondowoso memecahkan rekor muri dengan membakar 1000 tape di alun-alun Bondowoso.

Beras Organik Bondowoso

kemendes

Beras aromatik adalah beras yang diberikan ekstrak buah-buahan ketika proses penggilingannya, sehingga memberikan khas tersendiri bagi para penikmatnya, sebaliknya beras non-aromatik adalah beras tanpa tambahan ekstrak apapun.

Selanjutnya adalah beras merah. Beras merah dikenal sebagai makanan yang bagus untuk mereka yang terkena diabetes, karena mampu memilik kadar gula yang rendah.

Terakhir, si hitam. Beras hitam berbeda dengan beras ketan. Jika sudah dimasak, warnyanya akan berubah menjadi ungu tua. Banyak yang mengatakan rasa beras ini lebih nikmat dibanding beras putih dan memiliki manfaat jauh lebih baik dari beras merah.
.
#kemendespdtt #ditjenpdt #produkunggulan #prukades #bondowoso #paradisobondowoso #bondowosohits #bondowosorepublikkopi #tapebondowoso #pisangbondowoso #berasorganik #pembangunandaerahtertinggal #ayobangundaerahtertinggal #roadtoasiangames2018 #sukseskanasiangames2018.(*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help