Pemilu 2019

Psikiater Kaget Lihat Hasil Tes Kesehatan Jiwa Bakal Caleg Pemilu 2019

"Ada juga yang bagus, konsisten, akurat. Biasanya yang konsisten dan akurat, tingkat kejujurannya tinggi. Sangat jujur gitu calegnya."

Psikiater Kaget Lihat Hasil Tes Kesehatan Jiwa Bakal Caleg Pemilu 2019
Tribunnews.com/Gita Irawan
Psikiater sekaligus Kepala Instalasi Mental Health Check Up (MHCU) Eumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan (RSJSH) Nova Riyanti Yusuf di RSJSH Jakarta pada Kamis (19/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Psikiater sekaligus Kepala Instalasi Mental Health Check Up (MHCU) Eumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan (RSJSH) Nova Riyanti Yusuf merasa terkejut mengetahui ada beberapa Bakal Calon Legislatif (bacaleg) yang mampu memperoleh tingkat kejujuran sangat tinggi dalam tes kesehatan jiwa.

Baca: Ali Ngabalin Jadi Komisaris PT Angkasa Pura I, Fadli Zon: Mungkin Hadiah

Selain tingkat kejujuran yang sangat baik, Nova juga mengatakan para bacaleg yang ia tes lewat perangkat Minnesota Multiphasic Personality Inventor (MMPI) itu juga dinilai memiliki tingkat konsistensi dan akurasi tinggi dalam memilih jawaban.

"Ada juga yang bagus, konsisten, akurat. Biasanya yang konsisten dan akurat, tingkat kejujurannya tinggi. Sangat jujur gitu calegnya. Banyak yang sangat jujur hasilnya," kata Nova yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Jiwa DKI Jakarta itu di RSJH Jakarta pada Kamis (19/7/2018).

Namun Nova belum dapat memastikan berapa jumlah bacaleg yang ia nilai sangat jujur dari tes tersebut.

Ia mengaku belum merekapitulasi jumlahnya karena proses pendaftaran bacaleg untuk DPR RI dan DPRD yang dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) sejak tanggal 4 Juli 2018 baru selesai pada 17 Juli 2018 lalu.

Dari hasil rekapitulasi itu nantinya akan terlihat jumlah bacaleg yang lulus tes dan berapa yang tidak lulus tes sehingga harus dirawat jalan di RSJSH.

Peraih diploma implementasi riset di bidang kesehatan mental dari Universitas Massachusetts Amerika tahun 2015 itu mengakui ada juga bacaleg yang datang untuk melakukan tes kesehatan jiwa justru harus menerima perawatan karena tidak lulus dalam tes kesehatan jiwa.

Meski begitu, ia mengatakan bacaleg yang tidak tahu dirinya sakit tersebut hanya menderita sakit mental ringan dan diharuskan untuk rawat jalan.

"Datang kan sebagai bacaleg begitu diperiksa ada gangguan (jiwa), ya keluar sebagai pasien berarti," kata mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI periode 2009 sampai 2014 itu.

Halaman
1234
Penulis: Gita Irawan
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help