AHY : 40 Persen Pemilih Menunggu Calon Alternatif

AHY mengatakan Partai Demokrat berharap bisa memberi alternatif bagi masyarakat di Pilpres 2019.

AHY : 40 Persen Pemilih Menunggu Calon Alternatif
Tribunnews/JEPRIMA
Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demorkat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberikan orasi politik di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (9/6/2018). AHY menyampaikan orasi politik dengan tema Dengarkan Suara Rakyat yang disaksikan oleh ratusan kader Demokrat. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan dalam berbagai survei Pilpres 2019 menyebutkan sebanyak sekitar 40 persen masih menunggu calon alternatif.

AHY mengatakan Partai Demokrat berharap bisa memberi alternatif bagi masyarakat di Pilpres 2019.

Namun putra bungsu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menegaskan sulit bagi Partai Demokrat untuk mewujudkan itu.

“Kita lihat dalam berbagai survei ada sekitar 40 persen ‘undecided voters’ (belum menentukan pilihan) yang masih menunggu alternatif, tapi Partai Demokrat sulit untuk mewujudkan itu karena hanya memiliki modal suara 10 persen,” ucapnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (20/7/2018).

Oleh karena itu Agus mengkritik penerapan Presidential Threshold yang naik menjadi 20 persen agar koalisi partai bisa mengajukan capres dan cawapres.

Menurutnya sistem tersebut menghambat munculnya alternatif lain yang diketahui saat ini masih akan sama dengan Pilpres 2014 lalu yaitu Joko Widodo melawan Prabowo Subianto.

“Presidential Threshold yang sekarang hanya mengakomodir dua atau tiga paling banyak paslon dan kami memang merasa hal itu tidak adil karena tiket mengajukan paslon menggunakan hasil Pilpres sebelumnya,” kritik Agus.

Oleh sebab itu Agus mengakui Partai Demokrat masih terus berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk menjajaki segala kemungkinan.

Partai Demokrat diketahui pernah menjalin komunikasi politik terkait Pilpres dengan kedua kubu tersebut.

“Kami masih berkomunikasi dengan semua elemen karena untuk maju Pilpres kita tidak hanya butuh popularitas, tapi butuh tiket yang disediakan parpol itu,” pungkasnya.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help