Pilpres 2019

Cerita Jusuf Kalla Soal Mahar Politik Saat Pilpres, Celoteh Elit Demokrat dan Penjelasan Sandiaga

Menurutnya, saat ia menjadi Cawpres saat itu, tak mengenal istilah mahar politik seperti yang saat ini tengah ramai diperbincangakan.

Cerita Jusuf Kalla Soal Mahar Politik Saat Pilpres, Celoteh Elit Demokrat dan Penjelasan Sandiaga
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) dengan pemohon sidang Peninjauan Kembali (PK) Jero Wacik (kiri) usai memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (13/8/2018). Mantan Menteri ESDM Jero Wacik menghadirkan Jusuf Kalla sebagai saksi dalam sidang PK dirinya.. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Bakal Capres-cawapres yang maju di Pertarungan Pilpres 2019 diwarnai issu mahar politik yang nilainya cukup tinggi.

Tak tanggung, angka yang disebutkan Wasekjen Demokrat, Andi Arief bejumlah Rp 500 milliar yang diduga diterima oleh partai politik.

Dana sebesar diduga dikucurkan kepada PAN dan PKS oleh Sandiaga Uno yang saat ini menjadi Cawapres Prabowo Subianto

Dugaan adanya mahar politik itu pertama dibeberkan oleh Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief.

Namun, mahar politik rupanya bukan lagi hal yang aneh di Pertarungan Pilprs.

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kall pun sempat bercerita pengalamannya selama ikut bertarung di Pilpres hingga ia duduk sebagai Wapres.

Menurutnya, saat ia menjadi Cawpres saat itu, tak mengenal istilah mahar politik seperti yang saat ini tengah ramai diperbincangakan.

tersebut, bahkan, ketika ia menjabat sebagai Ketua Umum partai Golkar.

"Pada zaman saya pimpin partai tidak ada, waktu zaman saya tiga kali ikut (pilpres) tidak ada," ujar Kalla yang ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (14/8/2018).

HALAMAN SELENGKAPNYA ======>>>>

Editor: widi henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved