Pilpres 2019

Said Aqil Siradj Sebut Ma'ruf Amin Harus Mundur dari Jabatannya sebagai Rais Aam PBNU

Joko Widodo (Jokowi) memilih KH Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Said Aqil Siradj Sebut Ma'ruf Amin Harus Mundur dari Jabatannya sebagai Rais Aam PBNU
Tribunnews.com/Dennis Destryawan
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. 

TRIBUNNEWS.COM - Joko Widodo (Jokowi) memilih KH Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Ma'ruf Amin kini menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2015-2020 dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Menyikapi hal ini, Ketua Umum (Ketum) PBNU KH Said Aqil Siradj menyebut bahwa Ma'ruf Amin harus mundur dari jabatannya sebagai Rais Aam PBNU, dilansir TribunWow.com dari Kompas.com.

Said menegaskan bahwa tidak boleh ada rangkap jabatan antara Rais Aam, Ketua Umum, serta jabatan politik.

"Menurut AD/ART, tidak boleh rangkap jabatan antara Rais Aam, ketua umum, dengan jabatan politik.

Oleh karena itu, sepulangnya beliau dari haji, kita akan mengadakan rapat lengkap dengan Mustasyar (Dewan Penasihat) dan Syuriah (Badan Musyawarah)," ucapnya ketika ditemui di Kantor Pusat PBNU, Senen, Jakarta Pusat pada Selasa (14/8/2018).

Lebih lanjut, kemungkinan besar yang akan menggantikan Ma'ruf Amin sebagai Rais Aam PBNU adalah Wakil Rais Aam yang kini dijabat oleh KH Miftahul Akhyar.

Diberitakan sebelumnya, mantan Rais Aam PBNU Ahmad Mustafa Bisri atau yang biasa disapa Gus Mus juga meminta Ma'ruf Amin untuk mundur dari jabatannya sebagai Rais Aam PBNU.

Pasalnya, selain menjabat Rais Aam PBNU, Ma'ruf Amin juga merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2015-2020 yang menurut Gus Mus, tidak etis bila berada di bawah presiden.

Halaman Selengkapnya >

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved