Pilpres 2019

Usulan Sudjiwo Tedjo pada Pemilihan Ketua Tim Pemenangan Capres

Menurut Sudjiwo Tedjo, seharusnya ketua tim pemenangan diambil dari partai yang tampak tidak mendukung sepenuhnya dalam koalisi.

Usulan Sudjiwo Tedjo pada Pemilihan Ketua Tim Pemenangan Capres
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Budayawan Sudjiwo Tedjo menjadi Keynote Speaker pada Parade Bahasa Nasional 2013 di Kampus Universitas Negeri Makassar. Kamis (10/10/2013). Kegiatan antar Perguruan Tinggi se Indonesia ini, mengambil tema "Perealisasian Hakikat Berbahasa, Sebuah Upaya Menemukan Identitas dan Martabat Bangsa" yang bertujuan untuk mempertahankan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang saat ini tatanannya telah banyak berubah akibat sejumlah fenomena sosial. 

(TribunWow.com/Tiffany Marantika Dewi)

TRIBUNNEWS.COM - Budayawan Sudjiwo Tedjo angkat suara terkait pemilihan ketua tim pemenangan bagi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan maju ke pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Hal ini diungkapkan Sudjiwo Tedjo melalui Twitter miliknya, @SudjiwoTedjo, Selasa (14/8/2018).

Menurut Sudjiwo Tedjo, seharusnya ketua tim pemenangan diambil dari partai yang tampak tidak mendukung sepenuhnya dalam koalisi.

Selain itu, Sudjiwo juga memberikan sindiran jika ada partai yang tidak sepenuhnya mendukung koalisi, maka akan terlihat adanya sikap tidak memiliki niat untuk menang.

"Usulku: Ketua Tim Pemenangan Capres harus diambil dari partai yang tampak mendukung setengah hati.

Dgn begitu mau tak mau partai tersebut berubah all out.

Kalau tidak, kita akan saksikan kompetisi yg salah satu pesertanya emang udah gak niat menang sejak semula," tulis Sudjiwo Tedjo.

Kicauan Sudjiwo Tedjo
Kicauan Sudjiwo Tedjo (Capture Twitter @Sudjiwotedjo)

Sementara itu, diberitakan dari Kompas.com, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengungkapkan bahwa ketua umumnya, Zulkifli Hasan, menjadi salah satu kandidat ketua tim pemenangan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Selain itu, ia juga menyebut nama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY), Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) dan mantan Gubernur Jawa Barat sekaligus kader PKS Ahmad Heryawan.

"Ya ada nama Zulkifli Hasan, ada nama SBY, ada nama Aher, AHY, ya itu, tapi nanti diputuskan secara kolektif kolegial," ujar Viva Yoga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Halaman Selengkapnya >

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved