Pemerintah Petakan Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Barat

Pemerintah pusat sedang melakukan pemetaan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat yang sudah menimbulkan asap pekat.

Pemerintah Petakan Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Barat
Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah pusat sedang melakukan pemetaan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat yang sudah menimbulkan asap pekat.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, pemerintah sedang menginventarisasi dari daerah.

Setelah itu, melakukan pemetaan penyebab Karhutla di Kalimantan Barat.

"Pemerintah daerah meminta, kami akan memberikan perlengkapan yang dibutuhkan oleh mereka," ujar Moeldoko, Jakarta, Senin (20/8/2018).

Baca: Politikus Gerindra Sebut Terpilihnya Sandiaga Jadi Cawapres Sebagai Rezeki Anak Soleh

Secara terpisah‎ Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ruandha Agung Sugardiman mengatakan, karhutla terjadi di Kabupaten Kubu Raya, Kecamatan Sungai Raya, dan Kecamatan Rasau Jaya yang menyebabkan asap di kota Pontianak dan Bandara Supadio.

Untuk yang di Kubu Raya, kata Ruandha, hasil pengamatan tim KLHK di lapangan pada Sabtu 18 Agustus 2018 yang terbakar adalah lahan masyarakat di Desa Limbung, Desa Punggur Kecil, dan Rasaujaya umum.

Baca: Said Didu dan Syamsuddin Haris Tanggapi Penjelasan Sri Mulyani soal Utang Pokok Negara

"Akses mudah, namun air untuk pemadaman tidak ada, water bombing pada hari Minggu tidak dilaksanakan, karena risiko asap tebal," ujarnya.

Kemudian, untuk Kabupaten Sambas di Kecamatan Jawai, Kecamatan Teluk Keramat dan Kecamatan Paloh, berdasarkan pengamatan‎ pada Minggu, 19 Agustus 2018, yang terbakar adalah lahan masyarakat, di Desa Trimandayan dan Desa Sukura di Kecamatan Teluk Keramat, serta Desa Sungai baru di Kecamatan Jawai.

Baca: Joni Ungkap Kronologi Panjat Tiang Bendera kepada Jokowi, Awalnya Tak Ikut Upacara

"Akses susah, kondisi sumber air ada namun terbatas, informasi di lapangan, pembakaran lahan dilakukan di Kecamatan Jawai, merambat hingga ke Kecamatan Teluk Keramat," ujarnya.

"Teman teman Manggala Agni bersama TNI, Polri, dan dukungan penuh masyarakat, kemarin fokus utk mengendalikan api sehingga tidak membakar pemukiman dan perkebunan masyarakat Kecamatan Teluk Keramat," kata Ruandha.

‎Adanya asap tebal akibat karhutla, pemerintah kota Pontianak memutuskan meliburkan aktivitas sekolah dari PAUD hingga SMP.

Anak sekolah PAUD, TK, dan SD libur hingga 26 Agustus dan siswa SMP libur hingga 23 Agustus.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved