Komnas HAM Desak Kejaksaan Agung Tuntaskan Kasus Rumoh Geudong Aceh

Komnas HAM dan sejumlah elemen organisasi kemanusiaan mendesak pemerintah untuk menuntaskan dugaan pelanggaran HAM berat, kasus Rumah Geudong di Aceh.

Komnas HAM Desak Kejaksaan Agung Tuntaskan Kasus Rumoh Geudong Aceh
Tribunnews.com/ Fahdi Fahlevi
Ketua Tim Penyelidik Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komnas HAM dan sejumlah elemen organisasi kemanusiaan mendesak pemerintah untuk menuntaskan dugaan pelanggaran HAM berat, kasus Rumoh Geudong di Aceh.

Kasus tersebut terjadi dalam kurun waktu 1989-1998 saat pemerintah menetapkan Aceh sebagai Daerah Operasi Militer (DOM).

Ketua Tim Penyelidik Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam, menuntut agar Kejaksaan Agung segera menuntaskan kasus tersebut.

Baca: 5 Kebudayaan Tiongkok yang Paling Menarik Perhatian Turis, Termasuk Bersendawa Sebagai Rasa Puas

Dirinya beralasan bahwa desakan ini sejalan dengan semangat Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM di masa lalu.

Dalam pidato kenegaraan di DPR pada 16 Agustus lalu, Jokowi menegaskan bahwa pemerintah terus memberikan perhatian yang kuat pada perlindungan HAM.

Baca: Motor Adventure Tengah Jadi Tren, Royal Enfield Berharap Himalayan Diminati Masyarakat

"Nah karena semangat presiden kaya gitu, kasus yang ada di kami, kami selesaikan. Pertama kasus rumoh Geudong, kedua nanti akan selesai kasus di Jawa Timur," ujar Choirul di Kantor Imparsial, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2018).

Choirul menegaskan bahwa penyelesaian kasus Rumoh Geudong harus segera diselesaikan untuk menunjukan bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung kemanusiaan.

"Kenapa Komnas HAM butuh cepat dan kenapa juga pemerintahan harus segera menyelesaikan ini, Jaksa Agung harus menyelesaikan ini biar jadi komitmen kita bersama bahwa bangsa kita maju, bangsa kita itu lebih beradab dari bangsa lain," kata Choirul.

Baca: Halimah Tewas Usai Motornya Adu Banteng dengan Mobil Penumpang Jenis Jumbo

Seperti diketahui, pada 28 Agustus 2018 lalu, telah mengirimkan laporan penyelidikan kasus Rumah Geudong ke Kejaksaan Agung.

Peristiwa Rumoh Geudong dan Pos Sattis Lainnya merupakan peristiwa pelanggaran HAM berat yang terjadi di masa Aceh dalam status Daerah Operasi Militer (DOM) pada 1989-1998.

Dalam pelaksanaan DOM, Pemerintah RI melalui Panglima ABRI memutuskan untuk melaksanakan Operasi Jaring Merah (Jamer) yang menjadikan Korem 011/Lilawangsa sebagai pusat komando lapangan. Pelaksanaan Operasi Jamer dilakukan dengan membuka pos-pos sattis di beberapa wilayah di Aceh.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved