Fayakhun Diduga Ikut Pengurusan Anggaran Proyek di Kemenhan

Di persidangan, Arief mengaku kenal dengan Direktur PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah, orang yang menyuap Fayakhun.

Fayakhun Diduga Ikut Pengurusan Anggaran Proyek di Kemenhan
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Terdakwa kasus dugaan suap terkait proyek satelit monitoring di Bakamla Fayakhun Andriadi selesai menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/8/2018) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selain menghadirkan ‎Sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta, Basri Baco di sidang terdakwa Fayakhun Andriadi, anggota komisi I DPR RI.

Jaksa KPK juga menghadirkan saksi lainnya, pengusaha Arief Rahman di sidang hari ini, Rabu (12/9/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Di persidangan, Arief mengaku kenal dengan Direktur PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah, orang yang menyuap Fayakhun.

Diduga uang diberikan agar Fayakhun mengupayakan ploting tambahan anggaran pada Bakamla, yang adalah mitra komisi I.

Baca: Jadi Dirut Baru Garuda, Ari Askhara Ingin Bahagiakan Karyawan dan Turunkan Kerugian

Masih menurut Arief, Fahmi pernah cerita selain di Bakamla, Fayakhun juga membantu proyek di Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Di BAP, Arif menyatakan Fahmi pernah menggunakan jasa Fayakhun untuk proyek di Kemenhan. Tapi dia tidak tahu persis apa proyek tersebut.

"Yang sayaa dengar seperti itu," ujar Arief.

Tidak hanya itu, Arief juga mengaku pernah datang ke rumah Setya Novanto saat masih sebagai Ketua Umum Golkar. Dalam pertemuan itu, Setya Novanto menanyakan proyek di Kemenhan.

"Saya tidak begitu kenal dengan Setya Novanto, pertemuan itu juga hanya sebentar. Dia (Setya Novanto) konfirmasi saja, apa benar ditolak proyek di Kemenhan," singkat Arief.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved